Polri Sebut Angka Kejahatan pada Maret-April Menurun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono (kanan) melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Koordinator Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, mengatakan pelaku penyerangan berpangkat Brigadir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono (kanan) melakukan konferensi pers terkait tersangka penyiraman Novel Baswedan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 27 Desember 2019. Koordinator Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, mengatakan pelaku penyerangan berpangkat Brigadir. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Argo Yuwono mengatakan terjadi penurunan tingkat kejahatan periode Maret-April 2020. “Terjadi penurunan sebesar 19,90 persen,” kata Argo dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Youtube BNPB, Rabu, 6 Mei 2020.

    Argo menyebutkan, pada Maret 2020 tercatat 19.128 kasus kejahatan. Angka tersebut menurun menjadi 15.322 kasus pada April 2020.

    Khusus pada pekan ke-16 dan 17 yang jatuh pada 13-19 April dan 20-26 April 2020, angka kejahatan turun 1,34 persen. Pada pekan ke-16 tercatat 3.587 kasus, kemudian turun menjadi 3.539 kasus. “Penurunan 48 kasus,” ujarnya.

    Meski angka kejahatan secara keseluruhan menurun, Argo menemukan adanya kenaikan pada kejahatan jalanan. Misalnya, jambret, perampokan, pencurian kendaraan bermotor, dan pembongkaran minimarket.

    Kepolisian, kata Argo, memberdayakan petugas keamanan di tiap perumahan dan kawasan sekitarnya untuk berjaga. Selain itu, polisi dan TNI juga melaksanakan patroli bersama. “Dengan harapan kehadiran TNI dan polisi di lapangan, kesempatan pelaku kejahatan mengurungkan niatnya,” ujar Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.