Pakar: Pasien Covid-19 Diberi Herbavid-19 atas Instruksi DPR

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inggrid Tania, Ketua Umum PDPOTJI. Instagram/@inggrid_tania

    Inggrid Tania, Ketua Umum PDPOTJI. Instagram/@inggrid_tania

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan pemberian Herbavid-19 kepada pasien Covid-19 oleh dokter atas instruksi Satgas DPR Lawan Covid-19.

    Menurut dia, instruksi dari para politikus DPR tersebut diberikan sekitar dua pekan sebelum Herbavid-19 mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 30 April 2020.

    "Pakai pendekatan kekuasaan, pendekatan politik, berupa instruksi kepada para dokter untuk memberikan Herbavid-19 ini," tutur Inggrid kepada Tempo pada Ahad lalu, 3 Mei 2020.

    Pakar jamu tersebut menjelaskan bahwa ketika itu beberapa dokter menolak permintaan DPR agar memberikan Herbavid-19 kepada pasien Covid-19.

    Inggrid mengatakan para dokter memiliki tanggung jawab moral setiap kali memberikan obat kepada pasien. Maka mereka harus mengetahui apa saja komposisi dan efek samping suatu obat bagi pasiennya.

    Apalagi kala itu, dia melanjutkan, belum ada izin edar Herbavid-19 dari BPOM. Pada kemasan Herbavid-19 juga tidak tertera komposisi ramuan tradisional itu.

    Penjelasan Inggris tersebut menanggapi klaim politikus Gerindra Andre Rosiade bahwa Herbavid-19 bisa menyembuhkan Covid-19.

    Andres melontarkan klaim tersebut melalui akun Twitter miliknya, @Andre_Rosiade.

    Ia mengunggah foto Herbavid-19, jamu yang disumbangkan Satgas DPR Lawan Covid-19 ke sejumlah rumah sakit rujukan penyakit Covid-19.

    "Tampilan Herbavid 19. Alhamdulillah sudah banyak yg sembuh dr Covid 19 setelah mengkonsumsi Herbavid 19," tulis Andre pada Sabtu lalu, 2 Mei 2020.

    Andre Rosiade belum merespons panggilan telepon dari Tempo yang akan meminta penjelasannya tentang klaim tadi dan instruksi penggunaan Herbavid-19 kepada dokter.  

    Sebelummya, anggota Satgas DPR Lawan Covid-19 Arteria Dahlan mengatakan Herbavid-19 disumbangkan secara gratis ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

    "Tidak ada paksaan dan diberikan bagi rumah sakit yang mau menggunakannya," kata politikus PDIP itu pada Selasa pekan lalu, 28 April lalu.

    Ketua BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan izin edar Herbavid-19 bukan untuk obat Covid-19, melainkan obat herbal untuk meredakan batuk dan demam.

    Batuk dan demam memang kerap menjadi gejala awal pasien Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.