Mantan Panglima TNI Djoko Santoso Operasi Pendarahan Otak

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua BPN Prabowo - Sandi, Djoko Santoso memberikan sambutan dalam acara yang bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Djoko Santoso menyebut kubunya menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU. TEMPO/Amston Probel

    Ketua BPN Prabowo - Sandi, Djoko Santoso memberikan sambutan dalam acara yang bertajuk Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019 di Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019. Djoko Santoso menyebut kubunya menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal (Purn) Djoko Santoso tengah menjalani pemulihan selepas dioperasi akibat pendarahan otak pada Ahad lalu, 3 Mei 2020.

    Hingga saat ini Djoko Santoso dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

    "Benar, kemarin operasi karena terjadi pendarahan," kata politikus Gerindra Habiburokhman saat dikonfirmasi Tempo hari ini, Senin 4 Mei 2020.

    Habiburokhman menyatakan belum tahu kabar terakhir kondisi kesehatan Djoko Santoso, yang juga pengurus Gerindra.

    "Mohon doanya agar Pak Djoksan bisa kembali pulih seperti sediakala," ucapnya.

    Djoksan menjabat Panglima TNI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

    Setelah pensiun, Djoko Santoso masuk ke gelanggang politik dengan bergabung ke Gerindra pada 2015.

    Dia duduk sebagai Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.