Muhammadiyah: Jangan Ngotot Tarawih di Masjid Saat Wabah Covid-19

Reporter

Dewi Nurita

Rabu, 22 April 2020 09:51 WIB

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. Tempo/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta masyarakat tak ngotot menyelenggarakan salat tarawih berjamaah di masjid dalam situasi pandemi Covid-19 ini. "Semestinya umat Islam berpikir dan bertindak dengan mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas lebih-lebih di kala darurat," ujar Haedar melalui keterangan tertulis pada Rabu malam, 22 April 2020.

Haedar mengingatkan masyarakat untuk tidak bersikap seolah-olah dalam kondisi normal di tengah situasi darurat ini. "Jangan menyepelekan wabah ini.”

Langkah ini diperlukan bukan karena takut atau berani hadapi wabah, tetapi soal ikhtiar. “Dari segi agama maupun ilmu dibenarkan untuk usaha mencegah datangnya wabah agar tidak semakin luas."

Pilihan ibadah di rumah, kata Haedar, sudah berlaku di seluruh dunia Islam. Masjdil Haram dan Masjid Nabawi saja, kata dia, tidak dipakai untuk menggelar salat Jumat dan tarawih.

Allah, kata Haedar, menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan dalam beragama. “Kenapa begitu ngotot tarawih berjamaah, harus di masjid dalam suasana saat wabah meluas?"

Mestinya dalam situasi darurat wabah yang mengglobal ini, kata Haedar, semua umat janganlah beragama dengan maunya sendiri-sendiri. "Ikutilah pendapat mayoritas yang dasarnya kuat dari Al-Quran dan As-Sunnah serta konteks situasi darurat umat manusia sedunia yang tengah dihadapi."






Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

12 jam lalu

Kementerian Kesehatan: Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri

Monkeypox atau cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan atau dari hewan ke manusia.


Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

13 jam lalu

Update Covid-19 Per 25 Juni: Kasus Tambah 1.831 Orang, Meninggal 3

Berdasarkan data pemerintah hingga Sabtu, 25 Juni pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 1.831 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.


Covid-19 Dekati 2.000 Kasus per Hari, Omicron Varian Baru 143 Kasus

1 hari lalu

Covid-19 Dekati 2.000 Kasus per Hari, Omicron Varian Baru 143 Kasus

Kementerian Kesehatan menyatakan situasi Covid-19 masih terkendali.


Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

1 hari lalu

Buya Hamka Selesaikan Tafsir Al-Azhar 30 Jilid Selama 2 Tahun Dipenjara Orde Lama

Buya Hamka meninggal dunia di Jakarta dalam usia 73 tahun pada 24 Juni 1981. Dijebloskan penjara Orde Lama, diselesaikannya 30 jilid Tafsir A;-Azhar.


Krisis Chip, Toyota Pangkas Produksi 50 Ribu Mobil untuk Juli 202

2 hari lalu

Krisis Chip, Toyota Pangkas Produksi 50 Ribu Mobil untuk Juli 202

Pemangkasan produksi mobil Toyota secara global sebagai dampak dari krisis pasokan chip semikonduktor dan suku cadang karena wabah Covid-19.


Luhut Bakal Jadikan Vaksin Booster Syarat Perjalanan

2 hari lalu

Luhut Bakal Jadikan Vaksin Booster Syarat Perjalanan

Luhut mengatakan, secara nasional, kasus Covid-19 meningkat akibat masuknya varian BA4 dan Ba5.


Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

2 hari lalu

Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

Pengamat menyatankan PDIP mesti mendekati lagi ormas berbasis Islam dari akar rumput sampai ke pengurus elit. Sementara itu PDIP juga melirik PKB untuk digandeng dalam Pemilu 2024.


Ibu dan Anak Anies Baswedan Positif Covid-19

2 hari lalu

Ibu dan Anak Anies Baswedan Positif Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan ibu dan anaknya terinfeksi Covid-19


Covid-19 Meningkat, Kota Tangerang Siapkan Rumah Isolasi

2 hari lalu

Covid-19 Meningkat, Kota Tangerang Siapkan Rumah Isolasi

Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Kota Tangerang mengalami peningkatan


Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Baswedan Sebut Belum Ada Opsi Pengetatan Aktivitas

2 hari lalu

Kasus Covid-19 Meningkat, Anies Baswedan Sebut Belum Ada Opsi Pengetatan Aktivitas

Anies Baswedan mengatakan belum ada rencana untuk memperketat aktivitas masyarakat di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.