Ketua DPR Serukan Solidaritas Internasional Atasi Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 30 Maret 2020. Rapat tersebut beragendakan penyampaian pidato ketua DPR dan laporan Komisi XI mengenai hasil fit and proper test tiga Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diajukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 30 Maret 2020. Rapat tersebut beragendakan penyampaian pidato ketua DPR dan laporan Komisi XI mengenai hasil fit and proper test tiga Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diajukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani menyerukan kerja sama internasional dalam menangani pandemi Covid-19. Seruan ini terutama ia tujukan kepada para anggota parlemen dunia.

    "Kita para wakil rakyat mendapatkan panggilan kemanusiaan untuk membantu rakyat kita," kata Puan dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2020.

    Puan mengatakan, para wakil rakyat harus membantu menghadirkan solusi yang nyata dalam menangani pandemi Covid-19 serta dampak sosial dan ekonomi yang muncul. Panggilan kemanusiaan itu bisa dimulai dengan mengaktifkan semangat kekeluargaan bangsa-bangsa seperti yang diutarakan Presiden Soekarno 75 tahun yang lalu.

    Dunia, kata Puan, memang tengah menjalani pembatasan interaksi fisik (physical distancing). Namun dia berharap hal ini tak menyebabkan bangsa-bangsa juga menjadi berjarak atau yang disebutnya nations distancing. "Justru yang dibutuhkan dunia saat ini adalah nations uniting atau bangsa-bangsa bersatu untuk melawan musuh bersama kita yaitu Covid-19," ujar cucu Bung Karno ini.

    Puan menegaskan, Covid-19 bukanlah persoalan atau tanggungjawab satu atau dua negara saja. Namun persoalan ini perlu diselesaikan bersama-sama oleh semua masyarakat dunia.

    Hari ini, kata dia, lebih dari 200 negara berjuang melawan pandemi Covid-19. Semua negara menghadapi situasi sulit baik dari sisi keselamatan dan kesehatan hingga ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

    Seruan ini disampaikan Puan dalam pidato berbahasa Inggris dalam acara diskusi panel virtual bertajuk Internasional Cooperation To Defeat Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual oleh Badan Kerjasama Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR hari ini.

    Diskusi panel yang diikuti seluruh parlemen dunia anggota Komite Kerjasama Antar-Parlemen ini menghadirkan para pembicara kunci antara lain Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UN ESCAP) Armida Alisjahbana dan Perwakilan WHO Indonesia Navaratnasamy Paranietharan.

    Peserta diskusi panel juga mendengarkan pengalaman Korea Selatan dalam menangani pandemi virus corona yang disampaikan oleh Kim Jin Pyo, Kepala Komite Khusus Coronavirus Majelis Nasional Korea Selatan.

    Puan berharap diskusi panel ini dapat menjadi salah satu akselerator terjadinya gotong royong dunia, termasuk gotong royong parlemen-parlemen dunia dalam melawan Covid-19. "Mari kita bertukar informasi, data, pengalaman, dan praktik terbaik untuk menghadirkan solusi nyata dalam menyelamatkan rakyat dunia dari virus Corona," ujar Puan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.