Siti Azizah, Putri Ma'ruf Blak-blakan Alasannya Masuk Demokrat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Wakil Presiden RI tepilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, saat wawancara dengan Tempo di rumahnya, Jalan Buckingham Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu sore, 31 Juli 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Putri Wakil Presiden RI tepilih Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, saat wawancara dengan Tempo di rumahnya, Jalan Buckingham Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu sore, 31 Juli 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Siti Nur Azizah, putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bersedia menjadi pengurus partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu bentuk keseriusannya terjun ke dunia politik. Menurut Siti Azizah, ia banyak ditawari masuk partai politik sejak keluar dari status aparatur sipil negara pada 2019.

    Ia mengaku menimbang dengan cermat sebelum akhirnya memutuskan. "Hingga akhirnya saya mencermati terjadi adanya sebuah perhelatan besar partai politik yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono, seorang anak muda menjadi ketua umum," kata Azizah kepada Tempo, Kamis, 16 April 2020.

    Azizah mengatakan peristiwa itu membuka matanya. Ia merasa harus memberi dukungan dan memperkuat ketua umum partai politik berusia 41 tahun itu.
    AHY terpilih menjadi ketua umum Demokrat dalam Kongres V pada 15 Maret lalu. AHY terpilih secara aklamasi menggantikan sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono. "Dengan bergabung ke Demokrat, saya yakin bisa memperkuat posisi partai secara lokal dan nasional," ujar Azizah.

    Memilih Demokrat, kata Azizah, adalah bagian dari kesadaran sejarah untuk mendukung kaum muda maju dan berperan di gelanggang politik. Ia mengatakan pula bahwa Demokrat adalah partai parlemen dengan ketua umum termuda seIndonesia.

    Azizah menilai gagasan mendukung ketua umum muda ini penting untuk regenerasi politik di Indonesia. Menurut dia, generasi lama dan generasi muda harus sambung-sinambung dan saling mendukung.

    Perempuan 47 tahun ini yakin anak-anak muda memiliki kekuatan dan harus diberi peran signifikan. Kata dia, Demokrat telah mengambil langkah nyata itu. Partai Demokrat dinilainya menarik karena berlatar belakang ulama sehingga memiliki garis ideologi nasionalis-relijius. Ia berpendapat ideologi itu memudahkan untuk terjun dan berinteraksi dengan masyarakat lintas agama, suku bangsa, dan antargolongan.

    Azizah mengatakan karena hal itulah Demokrat bisa berada di tengah dan mengusung semangat kebersamaan. Dari sana, kata dia, Demokrat pernah menjadi partai juara di Indonesia. "Ibarat wadah, maka Demokrat itu wadahnya luas, sehingga bisa menampung berbagai aspirasi dan kepentingan dari masyarakat Indonesia yang majemuk tanpa kepura-puraan," ujar dia.

    Ia mengaku memilih Demokrat tanpa tekanan pihak manapun. Keputusan itu dibuatnya secara rasional dan mandiri. "Tentu saja Abah akan menghormati keputusan tersebut," kata Siti Azizah saat ditanya tentang tanggapan Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?