Industri Dalam Negeri Diklaim Bisa Produksi APD 16 Ribu per Hari

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Guru membuat baju khusus untuk tenaga medis di SMK Negeri 5 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 23 Maret 2020. Produksi pakaian khusus tersebut membantu pengadaan APD bagi tenaga medis dalam penanganan virus Corona (COVID-19), dimana harga satu pakaian dijual dengan harga Rp60.000 dan telah dipesan oleh rumah sakit di daerah tersebut. ANTARA/Mohamad Hamzah

    Guru membuat baju khusus untuk tenaga medis di SMK Negeri 5 Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Senin, 23 Maret 2020. Produksi pakaian khusus tersebut membantu pengadaan APD bagi tenaga medis dalam penanganan virus Corona (COVID-19), dimana harga satu pakaian dijual dengan harga Rp60.000 dan telah dipesan oleh rumah sakit di daerah tersebut. ANTARA/Mohamad Hamzah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa saat ini alat pelindung diri (APD) untuk penanganan pasien Covid-19 sudah bisa diproduksi di dalam negeri.

    "Ini APD dalam waktu dekat bisa produksi 16 ribu per hari. Kami kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia untuk memenuhi standar WHO," ujar Agus lewat telekonferensi usai rapat dengan presiden, Rabu, 15 April 2020.

    Selain APD, pemerintah juga menyebut ventilator dan rapid test sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa 200 unit ventilator pertama sudah siap diproduksi.

    "Sebanyak 200 ventilator pertama rencananya diproduksi paling lambat akhir April 2020. Kapasitas produksi dari para mitra industri itu adalah 100 unit ventilator portable per minggu. Jadi, cukup besar," ujar Bambang.

    Bambang mengatakan, pemerintah saat ini sudah memiliki dua mitra industri dan kemungkinan bisa bertambah menjadi empat mitra. Sehingga, empat mitra ini diharapkan bisa memproduksi 400 unit per minggu.

    Sementara untuk test kit berupa rapid test, siap diproduksi sebanyak 100 ribu unit dalam enam pekan ke depan. "Untuk alat PCR, mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dimulai produksi pertama," ujar Bambang.

    Pemerintah, kata Bambang, berupaya agar seluruh alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 bisa diproduksi di dalam negeri. "Tujuan akhirnya adalah mengurangi impor alat kesehatan maupun obat yang saat ini sangat dominan di Indonesia".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.