Lembaga Pemantau Peradilan Nilai Ketua MA Baru Tokoh Reformis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Hakim Agung Muhammad Syarifuddin. Mahkamahagung.go.id

    Foto Hakim Agung Muhammad Syarifuddin. Mahkamahagung.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah lembaga pemantau peradilan menilai Ketua Mahkamah Agung terpilih Muhammad Syarifuddin sebagai tokoh reformis di bidang pengadilan. Salah satu yang didorongnya ialah program persidangan elektronik atau E-Court dan E-Litigasi saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua MA Bidang Yudisial.

    “Pak Syarifuddin menurut kami sosok yang ikut dalam reformasi peradilan di MA, maupun badan di bawahnya,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan, Liza Farihah saat dihubungi, Senin, 6 April 2020.

    Liza mengatakan lembaganya juga belum menemukan catatan buruk mengenai integritas Syarifuddin. Syarifuddin pernah menjabat Kepala Badan Pengawas MA. Jabatan itu, kata dia, hanya bisa diisi oleh orang yang tidak punya catatan buruk soal integritas.

    Selain itu, Liza menilai Syarifuddin sebagai orang yang terbuka terhadap masukan masyarakat sipil. “Masyarakat sipil sangat terbantu karena beliau terbuka dengan masukan, dia mau dengarkan kritikan.”

    Direktur Eksekutif Indonesia Judicial Research Society, Dio Ashar Wicaksana punya pandangan serupa dengan Liza. Selain reformis, Dio mengatakan Ketua MA baru, Syarifuddin terbuka dengan kritikan dari pihak eksternal MA. “Dia cukup responsif mengakomodasi hasil pemantauan kami,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.