Tes Masif, Ridwan Kamil Kaget Banyak Positif Corona di Sukabumi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil sampel darah pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) virus Corona dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok mengambil sampel darah pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) virus Corona dengan sistem drive thru di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku kaget karena, berdasarkan hasil tes masif yang digelar pemerintah daerah, banyak orang yang terindikasi positif Corona justru ada di Kota Sukabumi. "Tadinya saya menduga lompatannya ada di Depok dan Bekasi sesuai teorinya, ternyata ada di Kota Sukabumi,” kata dia, Senin, 30 Maret 2020.

    Ridwan Kamil mengaku terkejut dengan hasil tes cepat tersebut, yang mendapati hasil tes dengan hasil positif justru terbanyak di Kota Sukabumi. “Dan yang paling besar ternyata di luar dugaan, nah ini pentingnya ada tes,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengaku masih meneliti pemicu lonjakan tes cepat dengan hasil positif Covid-19 di Kota Sukabumi. “Sukabumi masih kami teliti. Lonjakan datanya dari sebuah wilayah, sedang kami teliti kenapa terjadi lonjakan yang sangat besar,” kata dia.

    Ia mengatakan berdasarkan tes masif itu ada 300 orang yang terindikasi positif Corona di Jawa Barat. Setelah ini, kata dia, pemerintah daerah akan meneliti sampel swab untuk memastikan apakah benar terpapar atau false positif.

    Ridwan Kamil mengatakan, tes masif di Jawa Barat masih belum tuntas. Tes masif ini menggunakan menggunakan alat rapid test. Pemerintah Jawa Barat mendapat 22 ribu alat tes cepat yang dari pemerintah pusat.

    “Penting kami menggelar tes masif ini. Coba bayangkan, tanpa tes ini kami betul-betul gelap, tidak tahu bahwa virus sedang bergerak di daerah-daerah yang kita anggap tidak ada, ternyata ada. Itu makanya, tadinya saya menduga lompatannya ada di Depok dan Bekasi sesuai teorinya, ternyata ada di Kota Sukabumi,” kata Ridwan Kamil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.