Imbau Tak Mudik, PBNU Sarankan Nahdliyin Lebaran Online Saja

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Kendaraan pemudik terjebak macet di Tol Cikampek, Jawa Barat, Jumat, 7 Juni 2019. Pada H+2 lebaran, Tol Cikampek mulai dipadati kendaraan pemudik yang akan kembali ke Jakarta. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau nahdliyin (warga NU) untuk tidak mudik Lebaran di tengah wabah Corona ini. Hal ini dalam rangka membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19.

    "Memaksakan diri mudik dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, termasuk keluarga. Kita tidak pernah tahu, di tengah perjalanan menuju kampung halaman, bisa saja tanpa sadar terjadi kontak fisik dengan orang yang terpapar Covid-19," ujar Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 28 Maret 2020.

    Kalau itu yang terjadi, kata Robikin, mudik tidak lagi membawa kebahagiaan bagi keluarga dan lingkungan, malah justru bisa membawanya derita dan musibah. Untuk itu, ujar dia, sikap disiplin untuk tetap di rumah dan menjaga jarak fisik dalam situasi saat ini sangat membantu penanggulangan penyebaran Covid-19.

    "Silaturahim Idul Fitri tetap bisa kita lakukan secara daring, online melalui teknologi komunikasi. Video call dari tempat tinggal masing-masing. Lebaran di tengah virus Corona daring saja," ujar Robikin.

    Selain PBNU, sejumlah tokoh agama dan kepala daerah juga mengimbau para perantau tidak mudik ke kampung halaman pada lebaran tahun ini.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan kementerian terkait akan segera menggelar rapat terbatas membahas soal skenario mudik lebaran di tengah wabah Corona.

    Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga telah membahas tiga opsi kebijakan terkait mudik lebaran 2020. Tiga opsi tersebut yakni; pertama, business as usual artinya mudik lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan. Ketiga, skenario pelarangan mudik. Ketiga opsi ini selanjutnya akan dilaporkan kepada presiden untuk selanjutnya diputuskan mana opsi yang terbaik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.