Jokowi Sebut 3 Opsi soal Ujian Nasional, Termasuk Tetap Digelar

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi virus corona mengganggu pendidikan di Tanah Air. Untuk itu, Jokowi dan kabinetnya pun menggelar rapat terbatas untuk membahas pelaksanaan ujian nasional (UN) di tengah pandemi virus corona ini.

    "Situasi ini membawa dampak kepada rencana ujian nasional di tahun 2020," kata Jokowi saat membuka ratas, Selasa, 24 Maret 2020.

    Jokowi mengatakan ada 8,3 juta siswa dari 106 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia yang seharusnya mengikuti ujian nasional. Jokowi pun berujar kebijakan terkait UN ini harus segera diputuskan. Ia menyebut ada tiga opsi yang dapat dipilih.

    "Apakah UN ini tetap dilaksanakan. Yang kedua apakah UN ditunda waktunya atau yang ketiga ditiadakan sama sekali," kata Jokowi.

    Prinsipnya, lanjut Jokowi, kebijakan tersebut jangan sampai merugikan hak 8,3 juta siswa yang seharusnya mengikuti ujian nasional.

    Jadwal ujian nasional untuk SMA pun sedianya dijadwalkan mulai Senin pekan depan, sedangkan SMP dan SD paling lambat dijadwalkan April mendatang.

    Sebelumnya, Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Syaiful Huda mengklaim Dewan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah sepakat meniadakan ujian nasional. Kesepakatan itu merupakan hasil rapat konsultasi Komisi X dengan Mendikbud Nadiem Makarim dan jajarannya kemarin.

    "Tidak mungkin kita memaksakan siswa untuk berkumpul melaksanakan UN di bawah ancaman wabah Covid-19 sehingga kami sepakat UN ditiadakan," kata Huda dalam keterangan tertulis, Selasa, 24 Maret 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.