WNA Kedua Meninggal di Bali, Posko COVID-19 RS Sanglah Ramai

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprot payung dan kursi dengan cairan disinfektanke di Pantai Sanur, Bali, Ahad, 15 Maret 2020. Hingga kini, ada 15 orang yang diisolasi terduga terpapar virus Corona di Bali, 12 di antaranya merupakan warga negara asing. Foto: Johannes P Christo

    Petugas menyemprot payung dan kursi dengan cairan disinfektanke di Pantai Sanur, Bali, Ahad, 15 Maret 2020. Hingga kini, ada 15 orang yang diisolasi terduga terpapar virus Corona di Bali, 12 di antaranya merupakan warga negara asing. Foto: Johannes P Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Puluhan orang baik itu warga negara Indonesia maupun asing mengajukan pemeriksaan diri di Posko COVID-19 di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, setiap harinya. Pada Sabtu 21 Maret 2020, bersamaan dengan meninggalnya warga asing kedua, sebanyak lebih dari 90 orang memadati posko tersebut--lebih ramai daripada yang biasanya 70-an orang.

    "Kami sudah memberikan pelayanan ke semuanya," kata Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang, RSUP Sanglah, I Ketut Sudartana, Minggu 22 Maret 2020..

    Ia mengatakan Posko COVID-19 dibuka setiap hari mulai  pukul 08.00 pagi sampai 16.00 sore sesuai dengan jam kerja. Namun ia menjelaskan bahwa hingga saat ini di Posko COVID-29 belum melakukan rapid test.

    "Yang kami lakukan adalah menyeleksi, menscreening, bahwa pasien atau orang yang datang ke posko kami apakah dia dalam status Orang Dalam Pemantauan atau Pasien Dalam Pengawasan," ucap Ketut.

    Apabila termasuk ODP maka akan diberikan penjelasan, dan informasi agar cukup dirawat di rumah dengan melakukan isolasi diri. Sedangkan kalau PDP untuk langsung dirawat di ruang isolasi di nusa indah dan dilengkapi pemeriksaan PCR untuk gen virus corona COVID-19.

    Sebelumnya, seorang warga asing berusia 72 tahun yang merupakan pasien COVID-19 dinyatakan meninggal, Sabtu. Dia menyusul kematian seorang WNA lainnya, berusia 53 tahun, pada Rabu, 11 Maret 2020. 

    "Hingga tadi malam, di Bali untuk positif COVID-19 tercatat empat orang. Pertama WNA, kedua WNA, ketiga WNI, keempat WNI. Dari empat ini, dua meninggal, yakni WNA," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali sekaligus Ketua Tim Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Sabtu.

    Ia menjelaskan, hasil diagnosa yang dilakukan rumah sakit, korban meninggal kedua tersebut memiliki riwayat penyakit jantung. Tetapi dalam situasi ini, rumah sakit juga melakukan diagnosa tambahan yaitu mengambil sampel swab dari pasien itu yang ternyata hasilnya positif terinfeksi virus corona.

    "Berarti ada penyakit lain yang berkontribusi menyebabkan kematiannya," kata Dewa Made Indra menambahkan.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.