Meninggal Akibat Virus Corona Tambah 7 Orang, Sembuh Tambah 1

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Yuri menyatakan seorang WNA menjadi pasien Positif Virus Corona Covid-19 pertama yang meninggal di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2020. Yuri menyatakan seorang WNA menjadi pasien Positif Virus Corona Covid-19 pertama yang meninggal di Indonesia. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 7 orang per hari ini, Jumat, 20 Maret 2020.

    “Ada penambahan kasus yang meninggal sebanyak 7 orang, sehingga total kasus yang meninggal menjadi 32 orang,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, hari ini.

    Selain korban meninggal, Yuri mengatakan, jumlah orang yang teridentifikasi positif mengidap Corona juga bertambah 60 orang. Sehingga, total pasien yang dinyatakan positif Corona menjadi 369.

    Adapun pasien yang dinyatakan sembuh hanya bertambah 1 orang yakni menjadi 17 orang.

    Yuri mengatakan untuk semua kasus positif baru, hasil laboratorium akan langsung dikirim kepada pihak rumah sakit. Sehingga dokter dapat memberi tahu kepada pasien secara langsung.

    “Karena ini adalah hak pasien untuk tahu,” kata dia.

    Data tersebut juga dikirimkan ke Dinas Kesehatan setempat agar bisa ditelusuri riwayat kontak pasien virus Corona dengan orang lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.