Mencari Lari di Volcano Run 2020

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Volcano Run 2020 yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 8 Maret 2020.

    Volcano Run 2020 yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 8 Maret 2020.

    INFO NASIONAL – Penyelenggaraan Volcano Run 2020 berjalan sukses pada Minggu, 8 Maret 2020 di Yogyakarta. Sekitar 3.000 orang peserta berpartisipasi dalam gelaran tahunan ini. Perhelatan dimulai dengan expo dan bazar sejak tanggal 2 – 7 Maret di Jogja City Mall yang sekaligus juga sebagai tempat Race Pack Collection.

    Banyak peserta yang datang menggunakan kendaraan pribadi. Namun, panitia juga menyiapkan shuttle bus yang berangkat pukul 3.40 WIB dari Jogja City Mall.

    Pakaian olahraga yang ketat sudah dikenakan para peserta sejak berangkat. Maka, ketika lalu lintas macet, dengan sigap mereka langsung turun dari kendaraan dan lari-lari kecil menuju lokasi yang jaraknya masih satu kilometer lagi.

    Ketika panitia menjemput mereka dengan jeep wisata, peserta pun langsung naik agar tidak terlambat sampai di tempat start. Cukup banyak peserta dari luar kota. Inilah bukti bahwa olahraga lari masih tetap dicari. Di tenda verifikasi, panitia menyiapkan jas hujan. Setelah diperiksa suhu tubuhnya, peserta langsung mengenakan jas hujan dan bersiap menuju garis start.

    Peserta kategori 21 kilometer dilepas paling awal. Sementara peserta kategori 10K dan 5K bersiap-siap dengan melakukan pemanasan terlebih dulu. Ada yang meregangkan otot, ada yang lari di tempat. Tidak lupa, mereka ber-selfie ria di depan panggung bertuliskan Volcano Run 2020 dengan latar belakang Museum Gunungapi Merapi.

    “Kami adakan social media party. Panitia langsung mengunggah berbagai aksi foto peserta yang ikut Volcano Run 2020,” ujar Sentanu Wahyudi selaku ketua panitia.

    Volcano Run 2020 yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 8 Maret 2020.

    Peserta kategori 21K dilepas oleh Direktur Bisnis tempo.co, Tomi Aryanto. Hadir dan memberi sambutan Pemimpin Redaksi Koran Tempo, Budi Setyarso. Sementara Bupati Sleman, Sri Purnomo, juga ikut menyambut serta melepas peserta kategori 10K.

    Menurutnya, kegiatan Volcano Run 2020 ini menjadi menarik karena disambut gerimis kecil. “Kita disambut gerimis dan ini menambah semarak suasana. Semoga kegiatan ini bisa diteruskan di tahun-tahun selanjutnya,” kata Bupati.

    Sementara itu, Handiwa, ketua panitia lokal dari Ubur Ubur Lari, jumlah peserta memang dibatasi sebanyak 2.500 sesuai kapasitas halaman Museum Gunungapi Merapi. “Tantangan penyelenggaraan Volcano Run tahun ini agak berbeda karena hujan dan sedikit berkabut. Kami selaku penyelenggara tentu inginnya lebih baik,” katanya.

    Meski kondisi jalan licin, ternyata sang Juara Volcano Run 2020 Muhammad Ady Saputra dari Bogor hanya membutuhkan waktu 1 jam 20 menit saja.

    “Padahal mereka harus menyusuri rute yang diklaim oleh pelari sebagai tanjakan cinta yang sadis, namun tak terlupakan itu. Peserta juga senang saat foto sudah terpampang dalam web dan dapat diunduh bahkan sebelum mereka sampai di garis finish,” kata Handiwa.

    Rute yang ditempuh peserta benar-benar menarik. Pemandangan alam khas lereng Gunung Merapi yang indah, jembatan boyong yang ikonik, DAM dengan latar Gunung Merapi menjadi lokasi favorit yang memanjakan mata para pelari.

    Volcano Run 2020 yang digelar di Yogyakarta pada Minggu, 8 Maret 2020.

    Volcano Run tahun ini menggandeng Wuling Motors sebagai sponsor utama. Didukung pula oleh Bank BNI, Bank BJB, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jogja Heboh, Le Minerale, dan Hydrococo sebagai official water station.

    Selain itu, Jogja City Mall sebagai Race Pack Collection venue, Bhinneka Life sebagai official insurance partner, Siloam Hospital dan RS Syubbanul Wathon sebagai official medic partner, Teh Botol Sosro, Protecal, Paramex Nyeri Otot, Bakpia Podjok, Yamie Panda, Barsa City, Klick Document Solution, Pindy Mint, Senja Coffee, Sunkist, Sunpride, Kuku Bima EnerG, Oats. Bazar kuliner juga menyemarakkan suasana Volcano Run 2020. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara