KPK Buru Istri dan Anak Mantan Sekretaris MA, Nurhadi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman, Tin Zuraida, memberikan kesaksian untuk terdakwa mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro (kiri), di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019. Selain Tin Zuraida, jaksa KPK juga menghadirkan petugas Satuan Pengamanan Rumah Sakit Siloam, Charli Paris Hutagaol, terkait kasus tindak pidana korupsi kasus suap memberikan hadiah atau janji dalam pengajuan Peninjauan Kembali pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Sukamto

    Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman, Tin Zuraida, memberikan kesaksian untuk terdakwa mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro (kiri), di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019. Selain Tin Zuraida, jaksa KPK juga menghadirkan petugas Satuan Pengamanan Rumah Sakit Siloam, Charli Paris Hutagaol, terkait kasus tindak pidana korupsi kasus suap memberikan hadiah atau janji dalam pengajuan Peninjauan Kembali pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari keberadaan istri dan anak mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Meski masih berstatus saksi, keduanya selalu mangkir saat dipanggil untuk diperiksa KPK.

    "Penyidik KPK tidak hanya mencari para DPO, tapi juga istri para tersangka yang sudah dipanggil 2 kali, bahkan 3 kali,tapi mangkir" kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri di kantornya, Jakarta, Senin, 9 Maret 2020.

    KPK pernah memanggil istri Nurhadi, Tin Zuraida pada pada 11 Februari dan 24 Februari 2020. Sementara, anak Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi dipanggil pada 13 dan 24 Februari 2020. Namun, mereka selalu mangkir.

    Upaya KPK untuk mencari dua perempuan ini dilakukan pada Senin, 9 September 2020. KPK menggeledah vila di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat untuk mencari Tin dan Rizqi. Namun, KPK gagal menemukan mereka di vila itu.

    KPK malah menemukan sebuah gudang. Gudang itu berisi belasan motor gede dan empat mobil mewah. KPK menyegel semua kendaraan tersebut. Ali mengatakan penyidik masih menelusuri asal-usul dan kepemilikan kendaraan tersebut.

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang menjadi tersangka, yakni Nurhadi; menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. KPK menduga Nurhadi melalui Rezky menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar dari Hiendra.

    Uang itu diduga diberikan agar Nurhadi mengurus perkara perdata antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. KPK menyebut menantu Nurhadi menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Hingga kini, ketiga tersangka itu masih buron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.