Soal Aksi Solidaritas untuk India, Fachrul Razi: Jangan Anarki

Reporter

Menteri Agama Fachrul Razi seusai Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kamis 28 November 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi merespons soal adanya aksi solidaritas terhadap nasib Muslim di India yang dilakukan sejumlah ormas. Ia mengajak agar aksi itu mengedepankan diplomasi daripada anarki.

"Ke depankan diplomasi dan jangan anarki," kata Fachrul dalam keterangannya, Ahad, 8 Maret 2020.

Menurut Fachrul, umat muslim Indonesia telah menyuarakan kepeduliannya terhadap nasib umat Islam di India. Aspirasi itu telah disampaikan dalam banyak cara, mulai dari doa bersama, kecaman hingga unjuk rasa.

Namun bersamaan dengan itu, Fachrul meminta agar umat Islam Indonesia tidak terprovokasi melakukan tindakan anarki dalam beragam bentuknya, termasuk sweeping. "Ingat, anarkisme bukanlah nilai-nilai Indonesia dan juga bukan nilai-nilai Islam. Demikian juga aksi sepihak dalam bentuk sweeping," ujarnya.

Apalagi, kata Fachrul, selama ini masyarakat Indonesia dikenal dunia sebagai umat yang toleran, rukun dan cinta damai. "Mari ke depankan jalur hukum dan komunikasi diplomatik agar ini bisa diselesaikan dengan baik," kata dia.

Fachrul pun mengatakan aspirasi yang disuarakan muslim Indonesia terus dikomunikasikan pemerintah melalui jalur diplomasi, baik kepada pihak kedutaan di Indonesia maupun pemerintah India. "Kontak terus dilakukan Indonesia untuk mencari solusi terbaik atas kehidupan beragama tanpa mencampuri urusan dalam negeri India," ujarnya.

Kerusuhan mulai melanda India setelah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi mengusulkan Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan, yang akan memberikan peluang kewarganegaraan India bagi non-muslim. Pemerintahan Modi menegaskan undang-undang itu diperlukan untuk membantu melindungi hak-hak minoritas teraniaya dari Afganistan, Bangladesh, dan Pakistan yang mayoritas muslim dan menetap di India sebelum 2015, seperti yang dilaporkan Reuters.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia, seperti Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB mengecam undang-undang itu sebagai "diskriminatif secara fundamental" terhadap Muslim India, yang mengisi sekitar 14 persen dari populasi India, atau 180 juta orang. Protes mendukung atau anti-undang-undang terpecah dan menjadi konflik sektarian antara Hindu dan Islam.

Fachrul mengapresiasi kepedulian dan perhatian muslim Indonesia kepada umat Islam di India. "Kekerasan oknum, apalagi dengan mengatasnamakan agama tidak bisa dibenarkan, kapanpun dan di manapun," kata dia.

Namun ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan oleh sekelompok umat Hindu di India tidak menggambarkan ajaran agama Hindu sendiri, melainkan akibat adanya pemahaman ekstrem sebagian umat atas ajaran agamanya.

Fachrul berharap para tokoh agama mengambil peran dalam mengarahkan umat dalam menyikapi persoalan ini sesuai nilai kedamaian, toleransi dan keadilan hukum. "Kita doakan para korban dan kita berharap kehidupan beragama di India kembali kondusif," kata dia.






RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

18 jam lalu

RI dan India Sepakati Kontrak Dagang di TIIMM G20, Nilainya Hampir Rp 15 Triliun

Zulkifli Hasan menuturkan ada delapan kesepakatan dagang yang diteken oleh perusahaan-perusahaan asal Indonesia dan India.


5 Contoh Pendidikan Karakter

2 hari lalu

5 Contoh Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter bukan sekadar mengajarkan benar dan salah


India Masuk Kalender MotoGP Musim 2023

2 hari lalu

India Masuk Kalender MotoGP Musim 2023

Penyelenggara MotoGP, Dorna, menyepakati kerja sama dengan India untuk tujuh musim balapan.


MotoGP India Bakal Masuk Kalender, Kapan Akan Dimulai?

2 hari lalu

MotoGP India Bakal Masuk Kalender, Kapan Akan Dimulai?

CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta telah mengumumkan keinginannya menggelar balapan Grand Prix MotoGP di India dalam waktu dekat.


Gemerlap Bintang Priyanka Chopra, Sederet Aksi Sosial Istri Nick Jonas

2 hari lalu

Gemerlap Bintang Priyanka Chopra, Sederet Aksi Sosial Istri Nick Jonas

Priyanka Chopra salah satu aktris dengan bayaran tertinggi di India. Istri Nick Jonas ini pun aktif dalam kegiatan sosial untuk anak-anak India.


Angkasa Pura Buka Rute Penerbangan Langsung Bandara Kualanamu ke India Akhir 2022

3 hari lalu

Angkasa Pura Buka Rute Penerbangan Langsung Bandara Kualanamu ke India Akhir 2022

Penerbangan dari dan menuju India dari Bandara Kualanamu akan dilayani dengan angkutan niaga berjadwal atau pesawat reguler.


Pasca-pemakaman Ratu Elizabeth II , Netizen India Tuntut Berlian Kohinoor Dikembalikan

4 hari lalu

Pasca-pemakaman Ratu Elizabeth II , Netizen India Tuntut Berlian Kohinoor Dikembalikan

Warganet India meramaikan media sosial pasca-kematian Ratu Elizabeth II untuk menuntut pengembalian berlian Kohinoor.


Krisis Indo-Pasifik, Korsel dan Indonesia Bisa Pelopori Kerja Sama Negara Menengah

7 hari lalu

Krisis Indo-Pasifik, Korsel dan Indonesia Bisa Pelopori Kerja Sama Negara Menengah

Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) tidak bisa diam saja melihat persaingan antara Amerika dan Cina dalam mencari pengaruh di kawasan Indo-Pasifik


Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang

7 hari lalu

Vladimir Putin Ingin Akhiri Perang

Saat disindir Narendra Modi, Vladimir Putin pun mengutarakan pihaknya ingin melakukan apapun demi mengakhiri perang.


Masjid Noori di India Tenggelam 30 Tahun, Ditemukan dalam Kondisi Masih Utuh

10 hari lalu

Masjid Noori di India Tenggelam 30 Tahun, Ditemukan dalam Kondisi Masih Utuh

Kekeringan yang melanda distrik Nawada, negara bagian Bihar, di India mengungkapkan adanya masjid yang telah tenggelam selama lebih dari 30 tahun.