Aktivis Kritik Definisi Perempuan di KBBI

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perempuan melakukan aksi Women's March Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 8 Maret 2020. Aksi itu menyerukan sejumlah aspirasi salah satu diantaranya 'Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan'. ANTARA

    Sejumlah perempuan melakukan aksi Women's March Surabaya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 8 Maret 2020. Aksi itu menyerukan sejumlah aspirasi salah satu diantaranya 'Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan'. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengenakan kaus putih bertuliskan definisi kata 'perempuan' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di aksi Hari Perempuan Sedunia atau International Women's Day, seniman Ika Vantiani menyampaikan kritik kepada pemerintah.

    Ika mempertanyakan definisi kata 'perempuan' di dalam kamus yang disebut sebagai 'orang yang memiliki vagina, dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak dan menyusui; wanita, (2) istri, bini; (3) betina.

    "Bagaimana negara mendefinisikan perempuan dalam KBBI seperti ini? Kenapa perempuan hanya berkisar genital saja? Karena misalnya ada kata pelacur dalam definisi itu (perempuan geladak)," kata Ika saat ditemui di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad, 8 Maret 2020.

    Ika mengatakan, dari riset yang dia lakukan, kata perempuan dalam KBBI tak banyak mengalami perubahan selama 30 tahun. Dia menyebut definisi semacam ini juga tertuang dalam KBBI yang dijadikan rujukan bagi siswa Sekolah Dasar. "Kenapa sangat misoginistik," kata Ika.

    Ika juga menyoal turunan kata perempuan, yakni keperempuanan dalam KBBI. Kamus besar mencantumkan contoh kalimat yang disebutnya melanggengkan kekerasan terhadap perempuan, yakni 'Banyak tentara pendudukan yang melanggar keperempuanan wanita desa.'

    "Itu maksudnya apa? KBBI itu diperbarui setiap lima tahun. Saya ingin ada edisi terbaru, tidak bisa lagi definisi seperti ini," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.