Obat ARV Bagi Pengidap HIV/AIDS Langka, Karena Kebijakan Terawan?

Obat antiretroviral virus (ARV) untuk HIV tergeletak di atas meja salah satu rumah di desa Tuol Sambo, Kamboja, 6 September 2014. Komunitas ini bergantung kepada satu klinik yang menyediakan obat ARV gratis seminggu sekali. Omar Havana/Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana, mengatakan terjadi kelangkaan stok obat antiretroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS di 40 kabupaten dan kota di Indonesia.

"Sejak gagal tender 2018, bisa dibilang pemerintah enggak pernah berhasil eksekusi uang yang dialokasikan untuk pembelian ARV secara penuh," kaya Aditya kepada Tempo pada Sabtu, 7 Maret 2020. "Jadi belinya sedikit-sedikit. Bahkan dibantu sama donor international global fund untuk melakukan emergency procurement.

Aditya menjelaskan, pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 650 miliar di 2019. Namun, yang tereksekusi hanya Rp 40 miliar. Sisanya, kata Aditya, tidak digunakan karena sempat terjadi proses pembenahan administrasi yang berlarut-larut.

"Mengenai masalah e-catalog itu, apakah dikelola Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) atau dikelola Kementerian Kesehatan," katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya pengadaan barang dan jasa melalui e-catalog semua dikelola oleh LKPP. Namun sejak 2019, terbit surat edaran bersama antara Kementerian Kesehatan, LKPP, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menempatkan e-catalog menjadi ranah kerja sektoral Kemenkes.

"Baru mereka bersiap-siap untuk mengatur e-catalog sektoral ini, menterinya ganti. Menteri Kesehatan Terawan enggak mau ini ada di Kemenkes. Dikembalikan lagi ke LKPP. Jadi hampir 6 bulan proses administrasi bolak-balik menyebabkan uang APBN enggak bisa dibelanjakan," katanya.

Aditya menegaskan, mereka kini menuntut agar Pemerintah segera meninjau ulang dan mengambil langkah cepat dalam menyediakan obat sampai tingkat layanan. "Uang sudah tersedia, beberapa obat sudah masuk e-katalog ya langsung belanjakan saja," katanya.

Selain itu, Aditya juga menuntut agar Terawan mengevaluasi sistem kerja dan pelaksana dari prosss pengadaan obat ARV. "Kenapa sampai berlarut-larut dan menyebabkan kekosongan stok?" ujarnya.






Catat, Inilah 5 Cara Ampuh Cegah Penularan HIV

32 hari lalu

Catat, Inilah 5 Cara Ampuh Cegah Penularan HIV

Berikut beberapa cara ampuh dan mudah untuk mencegah penularan HIV.


Tak Sama, Pahami Perbedaan HIV dengan AIDS Berikut

32 hari lalu

Tak Sama, Pahami Perbedaan HIV dengan AIDS Berikut

Secara medis, HIV merupakan jenis virus, sedangkan AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV yang tidak tertangani.


Dari Ruam hingga Peningkatan Suhu Tubuh, Inilah Gejala Awal HIV/AIDS

32 hari lalu

Dari Ruam hingga Peningkatan Suhu Tubuh, Inilah Gejala Awal HIV/AIDS

Gejala HIV/AIDS biasanya dicirikan dengan peningkatan suhu badan, sakit tenggorokan, muncul ruam pada tubuh, kelelahan, hingga pembengkakan kalenjar.


Peringatan 25 Tahun Kematian Putri Diana, Ini Harapan Pangeran Harry

33 hari lalu

Peringatan 25 Tahun Kematian Putri Diana, Ini Harapan Pangeran Harry

Pangeran Harry berharap peringatan 25 tahun kematian ibunya, Putri Diana, minggu depan akan menjadi hari penuh dengan kenangan dan cinta.


Mengenal VCT, Konseling HIV/AIDS yang Dilakukan Sukarela

45 hari lalu

Mengenal VCT, Konseling HIV/AIDS yang Dilakukan Sukarela

Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS. Apa saja yang dilakukan?


Deteksi TBC dan HIV/AIDS Indonesia Rendah, Perlu Fokus

53 hari lalu

Deteksi TBC dan HIV/AIDS Indonesia Rendah, Perlu Fokus

Hibah Global Fund untuk Pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria di Indonesia


8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

5 Juli 2022

8 Khasiat Buah Merah Asli Papua, Mencegah Kanker, Tumor dan HIV/AIDS

Pernahkah mendengar istilah buah merah atau red fruit yang berasal dari tanah Papua? Buah ini memiliki setidaknya 8 khasiat untuk kesehatan.


Terawan Klaim Vaksin Nusantara Tak Perlukan Booster

21 Juni 2022

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Tak Perlukan Booster

Terawan menyatakan Vaksin Nusantara dapat melawan subvarian Omicron termasuk BA. Sesuai aturan, ia akan menyiapkan 1.800 vaksin untuk diedarkan


Buya Syafii Maarif Pernah Minta Keseriusan Jokowi dan Menkes Tangani Pandemi

28 Mei 2022

Buya Syafii Maarif Pernah Minta Keseriusan Jokowi dan Menkes Tangani Pandemi

Buya Syafii Maarif pernah meminta keseriusan Presiden Jokowi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dalam menangani pandemi Covid-19


Terawan: Vaksin Nusantara Sudah Dipublikasikan di Jurnal Internasional

27 Mei 2022

Terawan: Vaksin Nusantara Sudah Dipublikasikan di Jurnal Internasional

Epidemiolog ini menilai positif langkah Terawan dan timnya meski menyebut artikel lebih berupa literature review. Apa maksudnya?