43 Orang di Jabar Masuk Daftar Orang dalam Pengawasan Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Aryani (kanan) berbincang dengan petugas medis saat meninjau kesiapan siagaan penanganan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RSUD Soesilo, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 4 Maret 2020. Dalam tinjauan itu Dewi mengatakan, Pemerintah diminta memantau pihak yang secara sengaja menimbun dan bahkan memproduksi masker ilegal, dan pihak rumah sakit rujukan diharapkan segera mendapatkan kelengkapan alat pelindung diri seperti masker, baju pelindung dan sarung tangan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dewi Aryani (kanan) berbincang dengan petugas medis saat meninjau kesiapan siagaan penanganan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) di RSUD Soesilo, Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu 4 Maret 2020. Dalam tinjauan itu Dewi mengatakan, Pemerintah diminta memantau pihak yang secara sengaja menimbun dan bahkan memproduksi masker ilegal, dan pihak rumah sakit rujukan diharapkan segera mendapatkan kelengkapan alat pelindung diri seperti masker, baju pelindung dan sarung tangan. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan hingga saat ini terdapat 43 orang yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan terduga Covid-19 atau virus corona.

    “Orang Dalam Pengawasan ini bisa saja mereka dengan gejala pneumonia. Sekali lagi, belum tentu terinfeksi (Covid-19), dan ini memang kami awasi dan masuk rumah sakit. Totalnya ada 43 orang. Sudah tertangani 24 orang, dan masih dalam proses itu 19 orang,” kata Setiawan, Jumat, 6 Maret 2020.

    Setiawan mengatakan, di bawah status tersebut, ada yang disebut Orang Dalam Pemantauan. “Mereka tidak masuk rumah sakit. Tapi kami melihat histori mereka yang pernah mengunjungi tempat-tempat yang barangkali, tanda kutip, dicurigai pernah mendapatkan infeksi yang sama di lokasi tersebut, tapi tentu saja orang ini bukan berarti yang terkena infeksi,” kata dia.

    Setiawan menuturkan ada 287 orang yang masuk dalam pemantauan di seluruh wilayah Jawa Barat. “Kurang lebih 287 orang. Yang sudah tertangani 97 orang, yang sisanya masih dalam proses pemantauan ini ada 190-an orang,” kata dia.

    Orang dalam pemantauan ini diminta berdiam di rumahnya masing-masing. Petugas Puskesmas terdekat yang diminta memantau mereka. Masing-masing, orang dalam pemantauan tersebut diminta mengisi kartu yang di dalamnya berisi daftar isian perkembangan kesehatannya. Jika kondisi memburuk, mereka akan dirujuk untuk menjalani perawatan, dan masuk kategori Orang Dalam Pengawasan.

    Setiawan mengatakan, orang dalam pemantauan ini termasuk, warga Depok yang punya riwayat kontak dengan kasus 1 dan 2. “Mereka ini tidak masuk rumah sakit. Tapi ini pemantauan. Namanya pasien dalam pemantauan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.