188 Kru World Dream dan 67 ABK Diamond Princess Negatif Corona

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pria beraktivitas di Pantai Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa 3 Maret 2020. Sebanyak 69 WNI ABK Diamond Princess yang negatif corona rencananya akan diobservasi di pulau tersebut setelah melewati seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan di KRI dr Soeharso. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah pria beraktivitas di Pantai Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa 3 Maret 2020. Sebanyak 69 WNI ABK Diamond Princess yang negatif corona rencananya akan diobservasi di pulau tersebut setelah melewati seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan di KRI dr Soeharso. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah Indonesia untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan 188 WNI kru Kapal World Dream semuanya dinyatakan negatif terinfeksi virus Corona. Sedangkan untuk 69 anak buah kapal Diamond Princess, 67 orang negatif namun dua spesimen masih menjalani pemeriksaan ulang.

    "Yang 188 ABK World Dream sudah selesai diperiksa semua dan seluruhnya negatif," kata Yurianto dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2020.

    Sementara untuk dua spesimen kru Diamond Princess, kata Yurianto, masih butuh pendalaman. "Berarti 67 orang sudah negatif dua masih akan kami ulang lagi," ujarnya.

    Menurut Yurianto, tes ulang terhadap dua spesimen ABK Diamond Princess ini akan melibatkan pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR) dan Lembaga Eijkman. "Untuk memberikan second opinion," kata dia.

    Sementara itu, per Senin, 2 Maret 2020 pukul 18.00 WIB, Kementerian Kesehatan telah menerima 155 spesimen dari 155 orang yang diperiksa terkait virus Corona. Semua spesimen ini berasal dari 35 rumah sakit di 23 provinsi di Indonesia.

    Hasilnya, kata Yurianto, dua orang positif terinfeksi, empat orang masih menunggu hasilnya, dan sisanya negatif. Dua orang yang positif Corona itu adalah dua warga Depok yang kemarin pemerintah resmi umumkan.

    "Kemudian yang belum selesai karena harus kami ulang lagi untuk memastikan, kami ulang dengan berbagai metode, apakah dengan PCR diulang lagi sampai ketemu bahkan minta dikirim lagi spesimennya itu sekarang masih ada orang," kata Yurianto.

    Saat ini, para WNI yang menjadi kru dua kapal pesiar itu masih menjalani observasi di Pulau Sebaru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.