Ada Virus Corona, MUI Imbau Kegiatan Tabligh Akbar Ditunda

Reporter

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendeklarasikan sembilan hasil Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII Bangka Belitung. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta  - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar organisasi kemasyarakat Islam menunda penyelenggaraan tabligh akbar. Penundaan dilakukan setelah pemerintah mengumumkan virus corona masuk Indonesia, Senin, 2 Maret 2020.

"Sebaiknya ditunda event-event seperti itu," kata Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2020.

Muhyiddin menuturkan, jika ormas Islam hendak menggelar tabligh akbar, maka acara itu mesti bersifat terbatas dan ada jaminan tak adanya penularan virus corona. Untuk itu ormas mesti menyelenggarakannya di tempat yang bersih dan higienis dan dalam penjagaan ketat.

"Kalau enggak ada possibility mungkin menyebarnya virus melalui udara ya silakan. Karena virus ini cepat menyebar dan enggak bisa dideteksi mata telanjang," katanya.

Untuk itu dia menegaskan ormas Islam mesti mengantongi izin dari dinas kesehatan setempat untuk menyelenggarakan tabligh akbar.

"Ya sebaiknya, sebaiknya seperti itu (minta izin). Kita mengurangi, karena event-event terbuka bisa saja terpapar oleh virus. Tapi kita tidak boleh takut seakan-akan semua kita hentikan," ujarnya.

HALIDA BUNGA FISANDRA






Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

5 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

8 hari lalu

Menjelang Sidang Pleidoi Ade Yasin, MUI 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor Gelar Istighosah

Istighosah serentak mendoakan Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin itu diadakan di 40 kecamatan selama 4 hari berturut-turut.


Azyumardi Azra Meninggal, Anwar Abbas Sebut Pandangan Beliau Banyak Dijadikan Rujukan

8 hari lalu

Azyumardi Azra Meninggal, Anwar Abbas Sebut Pandangan Beliau Banyak Dijadikan Rujukan

Azyumardi Azra disebut menyuburkan budaya akademik dan ilmiah di kalangan akademisi dan mahasiswa UNI Syarif Hidayatullah


Kenaikan Harga BBM, Waketum MUI: Implementasi Ekonomi Pancasila, Bentuk Kemaslahatan

24 hari lalu

Kenaikan Harga BBM, Waketum MUI: Implementasi Ekonomi Pancasila, Bentuk Kemaslahatan

Waketum MUI menilai penyesuaian harga BBM bisa untuk kemaslahatan umat. Sebab, subsidi yang disiapkan akan menjadi jauh lebih tepat sasaran.


Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

26 hari lalu

Mahathir Mohamad Terinfeksi Virus Corona, Kini Dirawat di Rumah Sakit

Mahathir Mohamad dirawat di rumah sakit setelah dinyatakan terinfeksi virus Corona.


Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

26 hari lalu

Muhammadiyah dan 70 Pemimpin Lintas Agama Kumpul di Bogor Bahas Perubahan Iklim

Dialog lintas agama ini dilakukan Muhammadiyah dan Ashoka Indonesia karena dampak perubahan iklim dan bencana tidak memandang agama


3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

31 hari lalu

3 Komponen yang Pengaruhi Reinfeksi Covid-19

Pakar patologi klinik menyebut terjadinya reinfeksi atau penularan berulang tergantung pada tiga komponen penting COVID-19. Apa saja?


MUI Anggap Fatwa Untuk Atur BBM Bersubsidi Tak Perlu

31 hari lalu

MUI Anggap Fatwa Untuk Atur BBM Bersubsidi Tak Perlu

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menggap tak perlu adanya fatwa dari MUI untuk mengatur penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi (BBM).


Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

46 hari lalu

Kim Jong Un Demam Tinggi Saat Pandemi Covid-19 Mewabah

Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un sebelumnya mengatakan kakaknya sempat sakit parah dan demam tinggi saat kasus Covid-19 merebak di Korea Utara.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

47 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.