Propam Periksa Polisi yang Diduga Gunduli Tersangka Susur Sungai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga tersangka tragedi susur sungai di Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi. Mereka ditampilkan dalam konferensi pers di Polres Sleman, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Tiga tersangka tragedi susur sungai di Sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi. Mereka ditampilkan dalam konferensi pers di Polres Sleman, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan tim Propam Polda sudah memeriksa beberapa anggota Polres Sleman yang diduga menggunduli tersangka insiden susur sungai. Para tersangka ini merupakan guru dari SMP Negeri 1 Turi yang dianggap lalai sehingga menyebabkan 10 siswa meninggal saat kegiatan Pramuka itu.

    Polisi belum menjawab saat ditanya apakah aksi cukur botak itu menjadi bagian prosedur pemeriksaan atau penyelidikan. Namun dari pemeriksaan oleh propam itu, Yuli mengatakan cukur botak pada para tersangka pembina akan ditindaklanjuti.

    "Jika nanti terbukti ada pelanggaran (dalam cukur botak) itu maka akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan," ujar Yuli, Rabu, 26 Februari 2020.

    Sebelumnya, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia atau PB PGRI melalui media sosial terkait cukur gundul pihak kepolisian kepada tiga pembina pramuka SMPN 1 Turi, Sleman.

    Protes PGRI itu disampaikan melalui akun admin twitter resmi PB PGRI, @PBPGRI_OFFICIAL pada Selasa, 25 Februari 2020. "Pak Polisi, kami marah dan geram. Tak sepatutnya para guru-guru kau giring di jalanan dan dibotakin seperti kriminal tak terampuni," tulis akun itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara