Yasonna Sebut Sedang Data 1.276 Orang Indonesia yang Gabung ISIS

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berbincang saat mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berbincang saat mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan ada sekitar 1.276 orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Dari angka tersebut sekitar 297 orang masih memiliki paspor dan data lengkap.

    "Berkembang data yang awalnya 689, terakhir pengembangan dengan BNPT dan Densus adalah 1.276 orang, dan tervalidasi memiliki paspor Indonesia datanya lengkap 297 orang," kata Yasonna dalam rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.

    Adapun pemerintah, kata Yasonna, sedang mendata orang-orang Indonesia yang berada di Suriah dan sekitarnya. Pemerintah sedang melakukan penilaian awal dibantu oleh intelijen.

    Selanjutnya Yasonna mengatakan meski para eks anggota ISIS tersebut memiliki paspor, namun pemerintah belum bisa memulangkan ke tanah air. Sebab pemerintah masih mengkaji.

    "Sementara kami tidak kembalikan ke Indonesia menunggu asesmen yang secara mendalam terhadap masing-masing orang yang ada di sana," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.