Rian Ernest Maju ke Pilkada Batam, Dukungan KTP Capai 52 Ribu

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara PSI, Rian Ernest, tiba di gerbang depan Istana Kepresidenan Jakarta, 18 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    Juru bicara PSI, Rian Ernest, tiba di gerbang depan Istana Kepresidenan Jakarta, 18 Juli 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Batam-Bakal calon Wali Kota Batam Rian Ernest berhasil mengumpulkan 52 ribu kartu tanda penduduk sebagai syarat dukungan. Ia merupakan calon pertama independen yang mendulang dukungan sebesar itu. "Kami berhasil mengumpulkan KTP dan tanda tangan dukungan melebihi yang disyaratkan," ujar Rian kepada Tempo, Sabtu, 22 Februari 2020. 

    Sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016, syarat minimal dukungan bagi  calon independen atau perseorangan 7,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). "Artinya kami harus mengumpulkan 48.816 dukungan," kata dia. 

    Namun, kata dia, dukungan yang didapat melebihi syarat minimal. Rian yang akan berpasangan dengan Yusiani Gurusinga itu mengucapkan terima kasih kepada pendukungnya. "Terimakasih kepada masyarakat Batam yang telah mempercayai kami," kata dia. 

    Rian Ernest mengatakan perjuangan sudah dimulainya dengan mencatat sejarah. "Perjuangan menuju Batam lebih baik dimulai dengan mencatat sejarah," kata politikus Partai Solidaritas Indonesia itu.

    Pasangan Rian-Yusi mengangkat semboyan "Batam Baru". Menurut pria kelahiran Anambas, Provinsi Kepulauan Riau tersebut, calon independen adalah langkah baru agar Batam tidak terus menerus dilanda kepentingan. "Besarnya dukungan dari masyarakat adalah bentuk banyaknya warga Batam menginginkan Batam lebih baik," kata dia. 

    Rian dan Yusi sudah masuk proses penyerahan berkas dukungan tersebut ke KPU Kota Batam.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.