Donor Sperma di RUU Ketahanan Keluarga, BKKBN: Ada Fatwa MUI

Reporter

Kepala Badan Kependuduk dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo di kantornya, Jakarta, 21 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan ada sejumlah pasal dalam draf Rancangan Undang-Undang atau RUU Ketahanan Keluarga yang sudah diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia. Salah satunya Pasal 26 ayat 2 yang menyebutkan bahwa suami istri yang terikat perkawinan sah berhak memperoleh keturunan dengan cara alamiah atau teknologi reproduksi bantuan dengan menggunakan hasil pembuahan sperma dan ovum yang berasal dari suami istri bersangkutan, dan ditanamkan pada rahim istri. 

“Saya kira ini sudah ada di Majelis Ulama. Fatwa MUI juga sudah mengikat kok,” kata Hasto saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.

Hasto yang juga dikenal sebagai pakar bayi tabung ini mengatakan bahwa dokter-dokter di Indonesia tidak akan memasukkan sperma atau telur yang bukan dari pasangan suami istri sah atau melakukan surogasi, seperti yang tertuang dalam Pasal 32. “Di Indonesia memang dilarang MUI.”

Fatwa MUI tentang Bayi Tabung atau Inseminasi Buatan menyebutkan, bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

Selain itu, Hasto juga meminta pengusul draf RUU Ketahanan Keluarga memberikan penjelasan lebih dalam terkait Pasal 31 yang melarang menjualbelikan sperma atau ovum, mendonorkan secara sukarela, menerima donor sperma atau ovum yang dilakukan secara mandiri atau melalui lembaga untuk keperluan memperoleh keturunan.

Hasto mempertanyakan kejelasan aturan itu jika alasannya untuk pengobatan. Menurut dia, dalam dunia kedokteran, pertemuan sperma dan ovum saat ini bukan lagi hanya sekedar memperoleh keturunan, tapi untuk pengobatan seperti membuat stem cell atau sel punca. “Saya hanya butuh penjelas kalau seandainya pertemuan telur dan sperma untuk kepentingan bukan keturunan.”






Sosialisasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Perlu Terus Dilakukan

1 hari lalu

Sosialisasi Penggunaan Alat Kontrasepsi Perlu Terus Dilakukan

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo terus ingatkan pentingnya sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi untuk menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan.


Cegah Stunting, Sri Mulyani Minta Kementerian dan Lembaga Transparan soal Data

54 hari lalu

Cegah Stunting, Sri Mulyani Minta Kementerian dan Lembaga Transparan soal Data

Sri Mulyani mengimbau supaya kementerian tak hanya menampilkan data di situs berupa tabel-tabel jumlah anggaran untuk stunting.


Bantu Atasi Gizi dengan Pola Bapak Asuh Anak Stunting

17 Juli 2022

Bantu Atasi Gizi dengan Pola Bapak Asuh Anak Stunting

Program Bapak Asuh Anak Stunting sama dengan program orang tua asuh kebanyakan. Program ini diharapkan bisa lebih mencegah kasus anak stunting.


Upaya BKKBN Turunkan Angka Stunting

5 Juli 2022

Upaya BKKBN Turunkan Angka Stunting

BKKBN menggandeng aplikasi pengasuhan anak dalam percepatan penurunan angka stunting untuk mewujudkan keluarga Indonesia yang lebih berkualitas.


Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Ideal?

4 Juli 2022

Berapa Lama Jarak Kehamilan yang Ideal?

Mengatur jarak kehamilan bertujuan memberikan waktu agar rahim ibu dapat kembali normal usai melahirkan anak sebelumnya.


Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja untuk Medis

29 Juni 2022

Ma'ruf Amin Minta MUI Keluarkan Fatwa Penggunaan Ganja untuk Medis

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta MUI mengeluarkan fatwa penggunaan ganja untuk keperluan pengobatan atau medis.


Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

28 Juni 2022

Pentingnya Persiapan Pasangan sebelum Menikah demi Kesehatan Reproduksi

Persiapan untuk berkeluarga perlu dimulai sejak memasuki usia remaja. Salah satu tujuannya menjaga kesehatan reproduksi kelak.


Peran Bidan Turunkan Angka Stunting

25 Juni 2022

Peran Bidan Turunkan Angka Stunting

Bidan memiliki peran penting dalam menanggulangi masalah stunting. Masih ada 7 provinsi yang prevelansi tinggi stunting.


BRIN Ambil Alih Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022, Klaim 3 Inovasi

16 Juni 2022

BRIN Ambil Alih Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2022, Klaim 3 Inovasi

Kepala BKKBN menyatakan menantikan hasil survei oleh BRIN.,sebut survei yang terpercaya yang bisa menjadi ukuran oleh nasional dan internasional.


Pemerintah Bidik Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2024, Caranya?

14 Juni 2022

Pemerintah Bidik Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada 2024, Caranya?

Pemerintah menargetkan menghapuskan kemiskinan ekstrem dari empat persen atau 10,86 juta jiwa saat ini menjadi nol persen pada 2024.