Nurhadi Jadi Buron KPK, Polri Minta Masyarakat Bantu Cari

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kiri), berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Selasa, 6 November 2018. KPK juga telah memeriksa Nurhadi beberapa kali dalam proses penyidikan Edy Nasution. ANTARA

    Mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman (kiri), berjalan memasuki gedung KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan, Selasa, 6 November 2018. KPK juga telah memeriksa Nurhadi beberapa kali dalam proses penyidikan Edy Nasution. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI mempersilakan kepada masyarakat untuk membantu mencari tersangka buron Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurhadi. Apalagi, foto dan data diri mantan Sekretaris Mahkamah Agung itu kini sudah disebarluaskan.

    "Semua pihak dapat membantu kehadirannya saudara Nurhadi. Demikian juga termasuk pendamping hukum dan keluarga," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra saat dikonfirmasi pada Kamis, 20 Februari 2020.

    Asep pun memperingatkan, jika ada pihak yang menyembunyikan atau mengaburkan informasi keberadaan Nurhadi, maka orang tersebut bisa dijerat dengan Pasal 221 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    "Pasal tersebut mengatur tentang keturutsertaan, bahwa jika ada pihak yang sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan atau yang sedang dituntut maka diancama pidana penjara paling lama sembilan bulan," kata Asep.

    Selain Nurhadi, KPK turut menetapkan menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto, sebagai buron. Mereka terlibat dalam kasus suap perkara di MA.

    Ketiganya diumumkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang oleh KPK pada 13 Februari lalu. Keputusan menjadikan Nurhadi, Rezky, dan Hiendra sebagai buron dilakukan KPK lantaran ketiganya mangkir dari dua panggilan pemeriksaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara