Tak Tahu Harun Masiku Pulang, Tim Yasona Sebut Vendor Lalai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan bentukan Kementerian Hukum dan HAM memaparkan hasil investigasi simpang siur kepulangan Harun Masiku, di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/M Rosseno Aji

    Tim gabungan bentukan Kementerian Hukum dan HAM memaparkan hasil investigasi simpang siur kepulangan Harun Masiku, di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim bentukan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sudah merampungkan penyelidikan mereka terkait alasan sistem imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang tak bisa mendeteksi kepulangan Harun Masiku, caleg PDIP dalam tersangka suap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan.

    Tiga pekan bekerja, tim menyimpulkan ada kesalahan sistem di bandara sehingga Harun beserta seratus ribuan orang yang melintas di Imigrasi Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta pada awal Januari 2020 tak tercatat di imigrasi.

    Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Sofyan Kurniawan menuturkan data kedatangan Harun sebenarnya tercatat di dalam komputer di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Namun, data itu tidak ditransfer ke server lokal bandara, maupun ke server di Pusat Data Keimigrasian.

    "Tidak terjadi pengiriman data dari PC Konter Terminal 2F Bandara Soetta ke server lokal dan seterusnya ke server Pusdakim Ditjen Imigrasi," kata Sofyan di kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 19 Januari 2020.

    Data, kata dia, tidak terkirim ke server lokal dan Ditjen Imigrasi karena kesalahan konfigurasi Uniform Resource Locator (URL). Masalah itu muncul setelah ada perbaikan pada Sistem lnformasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang dilakukan 23 Desember 2020.

    Sofyan mengatakan vendor lupa menghubungkan data perlintasan pada PC konter Terminal 2F Bandara Soetta dengan server lokal Bandara Soekarno-Hatta dan server di Pusdakim Ditjen Imigrasi.

    Perbaikan sistem, kata dia, baru dilakukan pada 10 Januari 2020. Data kedatangan Harun, baru terkirim ke server pusat pada 19 Januari 2020. Pihak imigrasi baru mengumumkan soal Harun sudah pulang pada 22 Januari 2020. Sebelumnya, Yasonna mengatakan Harun pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020 dan belum kembali.

    Yasonna membentuk tim ini pada 31 Januari 2020. Kominfo, Badan Reserse Kriminal Polri serta Badan Siber dan Sandi Negara masuk dalam tim ini. Menurut Sofyan, tim ini juga menemukan bahwa problem ini sebetulnya telah terjadi sejak 23 Desember 2019. Selain Harun, ada 120.661 penumpang di terminal 2F yang datanya tidak terkirim ke server pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.