Kementerian Pendidikan Paparkan Cara Memperoleh KIP Kuliah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menunjukkan salah satu kartu ketika kampanye terbuka saat hujan deras di Lapangan Dukuh salam, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 4 April 2019. Dalam kampanyenya, Jokowi menyampaikan program Kartu Sembako, Kartu Prakerja dan Kartu KIP Kuliah serta memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menunjukkan salah satu kartu ketika kampanye terbuka saat hujan deras di Lapangan Dukuh salam, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis 4 April 2019. Dalam kampanyenya, Jokowi menyampaikan program Kartu Sembako, Kartu Prakerja dan Kartu KIP Kuliah serta memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan prosedur pendaftaran Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah untuk tahun 2020. Ada dua jenis KIP untuk perguruan tinggi yaitu kartu biasa dan KIP Kuliah Afirmasi.

    Khusus KIP Kuliah Afirmasi mencakup bantuan untuk penyandang disabilitas serta untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat.

    "Wilayah 3T (terdepan, terluar, atau tertinggal), dan wilayah yang terkena dampak bencana alam atau konflik sosial," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Na’im melalui siaran pers yang diterima Tempo pada Selasa, 18 Februari 2020.

    Ainun mengatakan, calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan lulus SMA, SMK, MA atau sederajat tahun 2018-2020 bisa mendaftar untuk mendapatkan KIP Kuliah mulai awal Maret 2020. Pendaftaran dilakukan secara online pada laman http://kip-kuliah.kemdikbud.go.id/.

    Data yang diperlukan untuk pendaftaran KIP Kuliah sama dengan persyaratan mendapatkan Bidikmisi, yaitu Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan alamat e-mail.

    "Setelah diverifikasi oleh sistem, calon akan menerima nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)," katanya.

    Selain itu, untuk calon mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu namun belum memiliki KIP atau orang tua/wali mahasiswa belum terdaftar sebagai penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), masih mungkin menerima KIP Kuliah. "Selama lolos seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi terkait," katanya.

    Ainun menjelaskan, bagi calon mahasiswa yang tidak membutuhkan dukungan KIP Kuliah dan ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dapat mendaftar hingga 27 Februari 2020.

    Ainun mengatakan KIP Kuliah ini pun bisa menyokong para calon mahasiswa yang ingin mendaftar seleksi masuk PTN melalui jalur SNMPTN. Mereka bisa mendaftar terlebih dahulu guna mendapatkan nomor pendaftaran dan kode akses. Pendaftaran itu dapat dilakukan pada awal bulan Maret 2020 hingga 31 Maret 2020.

    “Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP Kuliah, diharapkan untuk tenang dan memantau perkembangan di kanal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Informasi lebih lengkap terkait KIP Kuliah akan diumumkan pada awal Maret,” kata Ainun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.