78 WNI Awak Diamond Princess Bebas Osbervasi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang melihat keluar dari dek kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    Penumpang melihat keluar dari dek kapal pesiar Diamond Princess di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama, selatan Tokyo, Jepang 12 Februari 2020. [REUTERS / Kim Kyung-hoon]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan 78 WNI awak Kapal Diamond Princess tak akan menjalani observasi Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia pada mereka tiba nanti.

    Menurut Retno, sebelum dijemput mereka telah menjalani observasi di atas kapal Diamond Princess yang kini berlabuh di Yokohama, Jepang.

    "Itu berarti mereka dalam kondisi sehat," katanya di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, hari ini, Senin, 17 Februari 2020.

    Kapal Diamond Princess menjadi salah satu tempat yang terpapar Virus Corona secara cukup masif. Dari data yang dihimpun Kantor Staf Presiden, 456 orang di kapal itu dipastikan positif terjangkit virus mematikan tersebut.

    Retno menegaskan hingga saat ini 78 WNI tadi dinyatakan sehat tapi masih harus menjalani masa observasi di atas Diamond Princess sampai 19 Februari 2020.

    Setelah observasi selesai mereka harus diperiksa kembali untuk memastikan bisa dibawa pulang ke Indonesia.

    "Jadi sekitar tanggal 23-24 (Februari baru bisa dibawa pulang). Sekali lagi itu perkiraan, berdasarkan informasi dari otoritas Jepang."

    Retno menjelaskan bahwa tim Kementerian Kesehatan telah terbang ke Tokyo untuk bersiap menjemput para WNI itu. Pemerintah terus berkoordinasi dengan para WNI dan mengirimkan logistik untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.