Hari ini, Ahok akan Luncurkan 'Diari' Panggil Saya BTP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. ANTARA

    Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan usai menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok akan meluncurkan buku berjudul "Panggil Saya BTP" dalam acara Ngobrol Tempo pada hari ini, Senin, 17 Februari 2020. 

    Komisaris Utama Pertamina ini menulis Buku Panggil Saya BTP selama ia ditahan di Mako Brimob sejak Mei 2017-Januari 2019. Buku ini merupakan perenungan dan pergulatan psikologi serta batin Basuki selama ditahan.

    Buku ini semacam diari yang mencatat perjalanan BTP selama di dalam penjara. Ia mencatat apa yang dirasakan atau yang dilakukan dari hari ke hari.

    Desain buku itu dominan warna hitam-cokelat keemasan. Pada halaman depan sampul buku, terlihat foto Basuki berbusana adat Jawa. Laki-laki asli Belitung Timur tersebut mengenakan beskap hitam dengan blangkon cokelat.

    Basuki akan hadir sebagai narasumber utama dalam acara yang digelar pukul 14.00 sampai 16.00 WIB ini. Selain itu, Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, dan pemerhati politik yang juga cucu Mohammad Hatta, Gustika Fardani Jusuf, juga akan hadir sebagai pembicara. Acara ini akan dimoderatori oleh wartawan Tempo, Wayan Agus Purnomo.

    Acara bincang-bincang dengan mantan Gubernur DKI Jakarta ini akan disiarkan langsung di seluruh akun media sosial Tempo. Selain itu, ngobrol santai ini akan ditayangkan lewat TV Tempo yang juga bisa diakses lewat Genflix.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara