Demokrat Bocorkan Pemimpin Baru, SBY akan Lengser?

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Instagram

    Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Muncul spekulasi pergantian tampuk pimpinan tertinggi dari tangan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di kongres Partai Demokrat pada Mei mendatang.

    "Mungkin saja berubah kalau ada permintaan dari daerah, sejauh ini masih Mei (kongres) Insya Allah," kata Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hari ini, Minggu, 16 Februari 2020.

    Meski tak bisa memastikan terjadi suksesi, Syarief mengisyaratkan akan muncul pemimpin baru di Demokrat.

    Saat ini, partainya dipimpin oleh pendiri yakni SBY dan sekretaris jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, yang juga putra bungsu SBY.

    SBY menjabat Ketua Umum Demokrat sejak 2013 menggantikan Anas Urbaningrum yang kala itu menjadi tersangka kasus korupsi.

    Syarief lagi-lagi meninggalkan teka-teki. Dia tak menjawab tegas pada saat ditanya apakah SBY akan lengser di kongres tahun ini.

    "Belum tahu (apakah akan berganti). Kita lihat di kongres nanti, mudah-mudahan ada leader yang muncul lagi," ujar dia.

    Apakah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bakal menggantikan ayahnya?

    Syarief pun tak menjawab dengan gamblang. Namun, menurut dia, anak sulung SBY tersebut belakangan gencar berkeliling daerah.

    Dia menerangkan bahwa AHY memang bertugas melakukan konsolidasi kader dan kepengurusan di daerah.

    Syarief menyerahkan kepada peserta kongres nanti mengenai kepastian AHY akan menjadi ketua umum yang baru.

    "Mudah-mudahan para kader bisa memahami bahwa memang di Partai Demokrat semakin banyak orang-orang berkualitas seperti Mas AHY. Itu kan bagus menjadi pemimpin masa depan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara