Pengungsi Longsor di Lebak, Banten, Masih Butuh Banyak Bantuan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah bangunan dan kendaraan rusak tertimbun longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Lebak, Banten, Jumat 24 Januari 2002. 220 rumah rata dengan tanah dan warga yang selamat meminta segera direlokasi ke tempat lebih aman dan tidak ingin kembali ke Cigobang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Sejumlah bangunan dan kendaraan rusak tertimbun longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Lebak, Banten, Jumat 24 Januari 2002. 220 rumah rata dengan tanah dan warga yang selamat meminta segera direlokasi ke tempat lebih aman dan tidak ingin kembali ke Cigobang. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengungsi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Lebak, Banten masih membutuhkan banyak bantuan. Akses jalan yang terputus menjadi kendala utama makanan masuk ke titik-titik pengungsian.

    "Kondisinya masih memprihatinkan," kata Direktur Komunikasi Aksi Cepat Tanggap Lukman Azis Kurniawan saat berkunjung ke kantor Tempo, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Lukman menceritakan timnya telah mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian pada Senin, 10 Februari 2020. Kebanyakan pengungsi, kata dia, masih takut pulang ke rumah karena khawatir terjadi longsor susulan.

    Banjir bandang dan longsor menimpa enam kecamatan di Lebak, di antaranya Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja dan Cimarga. Banjir dan longsor terjadi setelah hujan deras yang turun di wilayah itu pada awal tahun 2020.

    Lukman mencatat sedikitnya 23 jembatan putus akibat banjir. Dari jumlah itu, baru dua jembatan yang masih dalam proses perbaikan. Ambruknya jembatan dan putusnya jalan akibat banjir membuat sejumlah daerah masih sulit dijangkau bahan bantuan. "Dikhawatirkan terjadi kelaparan karena akses untuk masuk logistik sulit," kata dia.

    Lukman berkata saat ini yang paling dibutuhkan pengungsi adalah bahan makanan. Harga bahan makanan, kata dia, melambung tinggi gara-gara akses yang sulit. Selain itu, para pengungsi juga membutuhkan tenaga kesehatan dan obat-obatan serta tempat tinggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.