Indonesia Tak Masuk Daftar 27 WNA Cina Terinfeksi Virus Corona

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dalam pakaian pelindung saat menyemprotkan desinfektan di stasiun kereta api setelah meluasnya wabah virus corona baru di Changsha, provinsi Hunan, Cina 4 Februari 2020. cnsphoto via REUTERS

    Relawan dalam pakaian pelindung saat menyemprotkan desinfektan di stasiun kereta api setelah meluasnya wabah virus corona baru di Changsha, provinsi Hunan, Cina 4 Februari 2020. cnsphoto via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga 10 Februari 2020, Indonesia dipastikan tidak masuk dalam daftar 27 warga negara asing di Cina yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau 2019-nCoV. "Kami sudah mengecek kepada pihak yang berkompeten," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA, Selasa pagi, 11 Februari 2020.

    Kedutaan Besar RI di Beijing menyatakan bahwa di Provinsi Hubei yang merupakan awal berjangkitnya virus mematikan itu terdapat tujuh WNI.
    Di beberapa daerah selain Provinsi Hubei terdapat sekitar 1.800 WNI yang menurut Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun tidak ada yang terinfeksi virus Corona. "Kami selalu pantau terus kondisi mereka. Khusus untuk di Wuhan, hampir setiap hari saya 'video call'," ujar Djauhari.

    Geng menjelaskan bahwa 27 WNA yang terinfeksi, tiga di antaranya telah meninggalkan rumah sakit karena dianggap sembuh. Sedangkan 22 orang lainnya dalam masa perawatan. "Dua WNA lainnya meninggal dunia di Wuhan.” Satu orang Tionghoa-Amerika meninggal pada Kamis, 6 Februari 2020 dan seorang lainnya warga Jepang yang meninggal pada Sabtu,  8 Februari.

    Menurut Geng, pemeritah Cina sudah mengirimkan surat duka cita kepada pemerintah AS dan pemerintah Jepang atas meninggalnya dua WNA itu.

    Pemerintah Cina memberikan pelayanan secara rutin dengan menggunakan multibahasa dan cara-cara penanggulangan wabah tersebut kepada warga negara asing yang masih tinggal di wilayah daratan itu.

    Sementara itu, Komisi Kesehatan Nasional Cina (NHC) menyebutkan bahwa hingga Selasa pagi jumlah kematian akibat 2019-nCoV di negara itu telah mencapai 909 orang. Sebanyak 3.551 orang dinyatakan sembuh, namun 6.484 orang masih dalam kondisi kritis.

    Jumlah kasus positif terinfeksi virus itu mencapai 40.262 orang dan yang berstatus terduga sebanyak 23.589 orang. Di tengah merebaknya wabah itu, Presiden Cina Xi Jinping melakukan inspeksi ke permukiman warga di Distrik Chaoyang, Beijing, Senin, 10 Februari 2020.

    Kepada petugas medis, Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cina (CPC) itu mengingatkan pentingnya peningkatan diagnosis, perencanaan perawatan yang tepat untuk menyelamatkan pasien, dan perlindungan diri yang baik dalam menangani pasien.

    Xi yang saat itu memakai masker juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada pasien virus Corona yang telah meninggal dunia dan simpatinya kepada keluarga yang ditinggalkannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.