Kemenkes Teliti 62 Spesimen Suspek Virus Corona, Hasilnya...

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunaka pakaian pelindung memberi makan pasien virus corona baru di bangsal terisolasi di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 8 Februari 2020. Virus corona diyakini muncul pada Desember tahun lalu dari pasar hewan liar di Provinsi Hubei. China Daily via REUTERS

    Petugas medis menggunaka pakaian pelindung memberi makan pasien virus corona baru di bangsal terisolasi di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, Cina 8 Februari 2020. Virus corona diyakini muncul pada Desember tahun lalu dari pasar hewan liar di Provinsi Hubei. China Daily via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan 62 spesimen pasien yang diduga terinfeksi virus Corona sudah diperiksa di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes.

    Hasilnya, 59 spesimen dinyatakan negatif virus Corona.

    "Tiga lagi dalam pemeriksaan," kata Anung di Gedung Bina Graha, Jakarta, hari ini, Senin, 10 Februari 2020.

    Dia menerangkan 62 spesimen itu dari 28 rumah sakit di 16 provinsi. 

    Kepala Badan Litbang Kemenkes Siswanto menjelaskan 62 subkasus yang tersebar di 16 provinsi adalah 14 subkasus di DKI, 11 di Bali, 7 di Jawa Tengah, 6 di Jawa Barat, 5 di Jawa Timur, 4 di Banten, 4 di Sulawesi Utara, 2 di Yogyakarta, 2 di Kalimantan Timur, 1 di Jambi, 1 di Papua Barat, 1 di NTB, 1 di Kepulauan Riau, 1 di Bengkulu, 1 di Kalimantan Barat, dan 1 di Sulawesi Tenggara.

    Pemeriksaan terhadap 62 spesimen tadi dilakukan dengan PCR atau Polymerase Chain Reaction, yaitu penggandaan DNA atau RNA untuk memastikan RNA tersebut bukanlah RNA dari virus Corona.

    Caranya, RNA diekstrasi dulu kemudian ditambah reagen tertentu, kemudian ujungnya masuk mesin PCR kurang lebih 2 jam. Total waktu 1 hari untuk memeriksa itu.

    Siswanto pun memastikan Laboratorium Balitbang Kementerian Kesehatan mampu mendeteksi virus Corona. Sejauh ini di Indonesia tidak ada pasien yang positif mengidap virus Corona.

    "Kami mampu. Kami sudah pengalaman dalam flu burung hingga MERS CoV," kata Siswanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.