Majalah Tempo Menang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dyatmika (kiri) Sekretaris Jenderal AJI Jakarta Afwan Purwanto Muin (kanan) berdiskusi saat akan menjawab pertanyaan dari awak media terkait upah layak dan bahaya Omnibus Law bagi Jurnalis dalam diskusi publik di Sekretariat AJI, Kalibata, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Dyatmika (kiri) Sekretaris Jenderal AJI Jakarta Afwan Purwanto Muin (kanan) berdiskusi saat akan menjawab pertanyaan dari awak media terkait upah layak dan bahaya Omnibus Law bagi Jurnalis dalam diskusi publik di Sekretariat AJI, Kalibata, Jakarta, Ahad, 26 Januari 2020. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, JakartaMajalah Tempo memenangkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2019 dalam kategori indepth reporting media cetak. Karya yang terpilih bertajuk Hanya Api Semata Api yang diterbitkan Majalah Tempo pada 23 September 2019.

    Karya tersebut ditulis oleh Stefanus Teguh Edi Pramono dan timnya, yakni Devi Ernis, Andita Rahma, dan Raymundus Rikang.

    Ketua Panitia Tetap Karya Jurnalistik Adinegoro, Rita Sri Hastuti, mengatakan Adinegoro merupakan karya terbaik bagi pers di Indonesia yang mampu melibas sejumlah berita-berita yang cepat saji, dan digarap dengan serius serta tidak sembarangan.

    "Jadi Adinegoro yang tiap tahun meningkat ini menjadi barometer sekaligus berprestise dan berprestasi para insan pers,” kata Rita dalam siaran tertulisnya, Selasa, 4 Februari 2020.

    Di kategori siber, Anugerah Adinegoro dimenangkan oleh Muhammad Amin bersama timnya, M Akhwan, Defizal, dan Evan Gunanzar dari Riaupos.co. Karya yang dimenangkan bertajuk Bom Waktu di Lahan Gambut yang terbit pada 22 Oktober 2019.

    Sedangkan kategori televisi dimenangkan Rahdhini Ikaningrum bersama timnya, Herry Fitriadie, Iqbal Himawan, dan Johan Pahlevi dari Metro TV berjudul ‘Berebut Oksigen di Tambora' yang ditayangkan pada 09 Oktober 2019.

    Kategori radio diraih Marga Rahayu bersama timnya, Supriati, Metalianda, dan Kamal Anshori dari LPP RRI Samarinda. Karya yang terpilih bertajuk Lubang Tambang Pembawa Petaka disiarkan pada 22 Juli 2019.

    Kategori foto dimenangkan Affan Adenensi Riza Fathoni dari Harian Kompas berjudul  Erupsi Gunung Anak Krakatau, disiarkan pada 24 Desember 2018. Kemudian kategori karikatur dimenangkan Djoko Susilo dari Harian Suara Merdeka berjudul Anak-anak Terlena oleh Gadget diterbitkan pada 24 Juli 2019.

    Rita mengatakan pemenang dipilih melalui proses seleksi. Mereka dinilai para juri yang terdiri dari tokoh pers, pengamat, akademisi, dan profesional yang menguasai bidang jurnalistik. Menurut dia, penilaian ini tak sembarangan. Pasalnya, beberapa kali penyelenggaraan Anugerah Adinegoro tidak menemukan pemenang.

    "Contohnya tahun lalu (2018), untuk kategori indepth reporting media cetak tidak diadakan pemenang karena tidak memenuhi syarat," ujarnya.

    Tahun ini, kata Rita, lebih bagus karena sudah ada pemenangnya untuk masing-masing kategori yang dilombakan. Para juri bahkan memuji karya para pemenang.

    Anugerah Jurnalistik Adinegoro tahun ini menyediakan hadiah Rp50 juta untuk masing-masing pemenang di setiap kategori, berikut trofi, dan piagam penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan diserahkan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.