Ganjar Pranowo Usul Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keraton Djipang yang berkedudukan Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Keraton ini bernama Djipang. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, keberadaan keraton itu tak menimbulkan keributan di kalangan masyarakat sekitar. Ganjar pun menuturkan keraton tersebut lebih kepada pariwisata. Facebook/Pra Arya Jjipang II

    Keraton Djipang yang berkedudukan Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Keraton ini bernama Djipang. Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, keberadaan keraton itu tak menimbulkan keributan di kalangan masyarakat sekitar. Ganjar pun menuturkan keraton tersebut lebih kepada pariwisata. Facebook/Pra Arya Jjipang II

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan bekas lokasi Keraton Agung Sejagat menjadi lokasi wisata. Kini bangunan yang berada di Desa Pogung Juru Tengah Kabupaten Purworejo tersebut ramai dikunjungi warga.

    Menurut Ganjar, lokasi sekitar Keraton Agung Sejagat juga mendukung untuk lokasi wisata. Sebab, berbatasan langsung dengan sawah yang membentang di sebelah barat. Sementara di sebelah timur ada Sungai Jali yang memiliki luas sekitar 25 meter.
     
    Ganjar menyebut, lokasi desa yang sudah terlanjur dikenal hingga nasional harus dimanfaatkan. "Setiap bulan atau tahun bikin acara. Kan banyak kuliner dan keseniannya, sayang kalau ditiadakan. Desa ini sudah terkenal. Sudah ramai banget," kata dia, Selasa, 21 Desember 2019.
     
    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut sempat berkunjung ke Keraton Agung Sejagat. Ganjar juga masuk ke ruang bangunan utama keraton tempat Toto dan Fanni duduk sebagai raja dan ratu.
     
    Dia menyebut, warga sekitar akan memperoleh manfaat jika bekas keraton tersebut dijadikan lokasi wisata. "Terus jadi desa wisata," ujar Ganjar.

    Keraton Agung Sejagad, dipimpin Sinuhun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya, Fanni Aminadia, yang dipanggil Kanjeng Ratu Dyah Gitarja. Pengikut Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang. Penasihat Keraton Agung Sejagad, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagad bukan aliran sesat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

    Joyodiningrat mengatakan Keraton Agung Sejagad merupakan kerajaan atau kekaisaran dunia yang muncul karena telah berakhir perjanjian 500 tahun yang lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai 2018.

    Menurut dia, perjanjian 500 tahun dilakukan Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat sehingga wilayah itu merupakan bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

    Dengan berakhirnya perjanjian itu, kata Jodiningrat, maka berakhir pula dominasi kekuasaan Barat mengendalikan dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II dan kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagad sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra.

    Pada Selasa, 14 Januari kemarin, Polda Jawa Tengah menangkap 'raja dan ratu' keraton itu atas tuduhan penipuan. Sebab, mereka meminta sejumlah uang kepada orang-orang yang hendak bergabung dengan imbalan dijanjikan terhindar dari malapetaka dan mendapat gaji besar sebagai pengikut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.