Sultan HB X Minta Masyarakat Waspadai Penipuan Kerajaan Fiktif

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ruangan di Keraton Agung Sejagat. Keraton ini dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang bernama Dyah Gitarja. Melansir dari Antara bahwa berdasarkan informasi, pengikut kelompok ini mencapai sekitar 450 orang. Twitter.com

    Suasana ruangan di Keraton Agung Sejagat. Keraton ini dipimpin oleh seseorang yang dipanggil Sinuwun yang bernama asli Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu yang bernama Dyah Gitarja. Melansir dari Antara bahwa berdasarkan informasi, pengikut kelompok ini mencapai sekitar 450 orang. Twitter.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat waspada terhadap modus penipuan seperti Kerajaan Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Purworejo, Jawa Tengah. "Masyarakat hati-hati lah. Soalnya masyarakat kita kalau diiming-imingi… Aduh, susah," kata Sultan HB X di Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Senin, 20 Januari 2020.

    Sultan HB X menyayangkan beberapa warganya di Yogyakarta turut menjadi korban penipuan itu. Ia juga menyindir mereka yang tidak bertanya dahulu kepadanya sebagai Raja Keraton Yogyakarta sebelum memutuskan percaya dan menjadi pengikut kerajaan fiktif di Purworejo itu.

    "Ya keyakinannya begitu, ya mau apa? Wong dulu mau jadi anggota (Kerajaan Agung Sejagat) ya 'ora takon aku' (tidak bertanya kepadaku) kok," kata Sultan sembari tertawa. Sultan menilai masyarakat saat ini mudah diperdaya dengan beragam modus penipuan lantaran terlalu gampang mempercayai orang lain yang belum dikenal sebelumnya.

    Menurut Sultan, bukan hanya percaya terhadap penipuan Kerajaan Agung Sejagat. Masyarakat selama ini juga gampang percaya den gan modus penipuan lainnya termasuk investasi abal-abal dengan iming-iming bunga yang tinggi.

    "Bagaimana mewaspadai itu menjadi sesuatu yang penting. Masyarakat kita sangat mudah, sangat percaya pada orang lain, jadi ya susah. Belum tentu kenal saja dipercaya," kata dia.

    Selain mudah percaya, menurut Sultan HB X, masyarakat juga terlalu terbuka dengan siapa pun tanpa mampu menolak sehingga mudah dimanfaatkan orang lain untuk melakukan penipuan. "Tapi kan tidak bisa mengubah kebiasaan seperti itu, terus (menjadi) tertutup kan tidak bisa. Satu-satunya cara, ya kita sendiri yang harus hati-hati."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.