Firli KPK Enggan Komentari Temuan Tempo soal Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan memberi tanggapan terkait temuan Majalah Tempo yang menyebut Harun Masiku telah berada di Indonesia.

    Seperti dikutip Majalah Tempo edisi 18 Januari 2020 "Harun Di Pelupuk Mata Tak Nampak" CCTV Bandara Soekarno-Hatta merekam detik-detik calon legislatif PDIP pada Pemilu 2019 ini tiba di tanah air pada 7 Januari 2020, sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

    "Saya enggak ingin mengomentari pendapat Tempo. Silahkan tanya pada Tempo," kata Firli sesaat setelah rapat bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen pada Senin, 20 Januari 2020.

    Firli mengaku dirinya tak tahu di mana keberadaan Harun. "Kalau saya tahu saya tangkap, pasti. Kalau anda (awak media) tahu pun, kasih tau saya, saya tangkap," ujarnya.

    Selain itu, Firli juga enggan mengungkapkan apakah pihaknya sudah berkoordinasi dengan maskapai yang digunakan Harun. "Maaf itu teknis, itu kewenangan penyidik. Saya enggak mau komentari. Seluruh informasi kami tangkap, kami terima, kalau ada info sekarang sampaikan pada kami."

    Firli pun meminta agar Harun Masiku segera menyerahkan diri. "Saya sampaikan pada HM dimanapun anda berada silahkan bekerja sama, kooperatif apakah dalam bentuk menyerahkan diri baik ke penyidik KPK atau pejabat kepolisian."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.