Anggota DPR Gunakan Pelat Nomor Polri saat Kunjungan Kerja

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi berjalan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 4 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Mulyadi berjalan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 4 November 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta-Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi tertangkap kamera tengah turun dari mobil dengan pelat nomor khusus polri. Pada foto ini nampak Mulyadi mengenakan kaos polo warna hitam tengah bersalaman dengan orang di depannya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Barat Komisaris Besar Satake Bayu membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan foto tersebut benar adanya. "Betul ada kejadian seperti itu. Tapi saat dihampiri petugas langsung diganti pelat nomornya," ujar Satake saat dihubungi, Sabtu, 18 Januari 2020.

    Menurutnya polisi tidak mengetahui dari mana Mulyadi mendapatkan pelat nomor  polri. Apalagi mobil Toyota Fortuner hitam yang ditumpangi pun milik Mulyadi pribadi, bukan aset pori. "Iya, mobil beliau," kata dia.

    Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi tertangkap kamera tengah turun dari mobil dengan pelat nomor khusus polri. (Dok/istimewa) 

    Menurut informasi yang didapat Tempo, foto tersebut diambil saat Mulyadi melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, Senin, 13 Januari 2020 pukul 15.00 WIB, di rumah toko Ritel Mart.

    Menurut sumber yang sama, Mulyadi menghadiri kegiatan temu kader dengan peserta kurang lebih 200 orang. Peserta yang hadir ada Ketua Dewan Pimpinan Cabang Demokrat Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga merupakan kandidat bakal calon bupati setempat.  Ada pula anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, di antaranya Sastri Andiko Dt. Putiah dan Marshal.

    "Menurut keterangan kader, tujuan utama Mulyadi ke Lima Puluh Kota adalah untuk ikut acara temu kader dalam pemenangan Mulyadi menjadi Gubernur Sumbar tahun 2020 dan Darman Sahladi menjadi Bupati Lima Puluh Kota," kata Satake.

    Tempo sudah menghubungi Mulyadi sejak Sabtu, 18 Januari 2020. Namun hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.