Rekonstruksi Pembunuhan Hakim Jamaluddin Digelar di Rumah Korban

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Rabu, 8 Januari 2020. Zuraida yang juga merupakan istri korban, menjadi salah satu tersangka dari tiga tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana hakim PN Medan,  Jamaluddin. ANTARA/Septianda Perdana

    Tersangka kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Zuraida Hanum (tengah) dihadirkan polisi ketika gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Rabu, 8 Januari 2020. Zuraida yang juga merupakan istri korban, menjadi salah satu tersangka dari tiga tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana hakim PN Medan, Jamaluddin. ANTARA/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama Polrestabes Medan melanjutkan rekonstuksi pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin di rumahnya di Perumahan Royal Monaco Jalan Eka Surya Medan Johor, Kamis 16 Januari 2020. Puluhan polisi dan petugas Inafis Polda telah berkumpul di sekitar rumah Jamaluddin.

    Garis pembatas polisi membatasi warga yang ingin menyaksikan jalannya rekonstruksi." Kami mau lihat wajah Zuraida Hanum," kata Irna, kata seorang warga di sekitar perumahan itu.

    Kepala Polsek Deli Tua Ajun Komisaris Zulkifli Harahap mengatakan, reka ulang hari ini melanjutkan rekonstruksi Senin lalu, 13 Januari 2019. " Hari ini diperkirakan ada 21 adegan rekonstruksi," kata Harahap kepada Tempo.

    Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Johor, Kun Pranoto mengatakan, polisi memberitahu rekonstruksi di rumah hakim Hakim Jamaluddin. "Kami menyiapkan tenda dan kursi agar warga yang ingin menyaksikan rekonstruksi tertib," kata Kun. 

    Zuraida Hanum, Jefri Pratama dan Reza Fahlevi dikawal ketat polisi. Ketiganya di tahan di tahanan Polrestabes Medan. Rekonstruksi hari ini dimulai di rumah almarhum hakim Jamaluddin dari adegan ke 5 sampai 58. “Adegan 59 sampai 64 dilanjutkan di rumah Reza Fahlevi." kata Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut Komisaris Besar Andi Rian Djajadi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.