Ridwan Kamil: ASN Harus Dinamis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sabuga Bandung, Jumat , 10 Januari 2020.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sabuga Bandung, Jumat , 10 Januari 2020.

    INFO NASIONAL — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menegaskan, di era disrupsi saat ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dinamis karena pekerjaan ASN yang sifatnya rutin akan tergantikan oleh teknologi.
     
    Menurut Ridwan Kamil, ASN juga harus siap dengan tantangan baru yang tidak rutin seperti menjadi "marketing", menjual Jabar kepada investor.

    "Pekerjaan rutin akan digantikan teknologi, maka Anda harus siap dengan tantangan baru seperti bagaimana menjual nama Jabar dan banyak lagi pekerjaan yang tidak rutin lainnya," kata Ridwan Kamil saat melantik pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sabuga Bandung, Jumat , 10 Januari 2020.

    Kepada para pejabat yang baru dilantik, Gubernur minta mereka memahami syarat dalam mengemban jabatan. Pertama, kata Ridwan Kamil, meneguhkan niat bahwa jabatan  digunakan untuk ibadah.

    Kedua, lanjutnya, jabatan tersebut harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    "Saya ingatkan tugas pemerintah itu membawa perubahan, besok harus lebih baik dari hari ini, saya ingatkan juga bahwa hadiah dari jabatan kita adalah rasa terima kasih dari masyarakat yang merasakan kehadiran kita," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.
     
    Mantan Wali Kota Bandung itu juga mengatakan, pihaknya telah menetapkan tahun 2020 sebagai Tahun Juara Reformasi Birokrasi. Semua urusan inovasi dan perbaikan aturan yang fundamental, menurut dia, sudah tuntas di tahun 2019.
     
    "Sudah diputuskan 2020 Tahun Juara Reformasi Birokrasi, jadi 2019 kita menabur benihnya, 2020 mengakselerasi persiapan panen, dan 2021 tinggal panen," ujar Emil. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?