Megawati Dikabarkan Kumpulkan Kader PDIP Pasca OTT KPK

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Ibu Negara  Iriana Joko Widodo (kedua kanan) dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) mengikuti perayaan Natal Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Perayaan Natal Nasional 2019 yang diikuti sedikitnya 11 ribu umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (kedua kanan) dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) mengikuti perayaan Natal Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019). Perayaan Natal Nasional 2019 yang diikuti sedikitnya 11 ribu umat Kristiani dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengambil tema Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bambang Wuryanto tak menampik bahwa ketua umumnya, Megawati Soekarnoputri mengumpulkan kadernya, Kamis, 9 Januari 2020.

    "Saya tidak termasuk yang dikumpulkan," kata pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini di arena Rakernas PDIP, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Januari 2020.

    Pertemuan kader itu dikabarkan digelar di rumah Megawati di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, menyusul operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan yang menyeret calon legislator PDIP Harun Masiku.

    KPK menduga Wahyu meminta dana operasional sebesar Rp 900 juta untuk memfasilitasi penggantian antarwaktu (PAW) anggota Dewan Perwakilan Rakyat Riezky Aprilia oleh Harun. Uang suap diduga diberikan melalui Saeful Bachri dan Donny Tri Istiqomah. Kedua orang ini ditengarai merupakan staf Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

    Bambang mengatakan dirinya tak termasuk dikumpulkan lantaran keahliannya adalah mengurus pemenangan pemilu.

    "Kan keahlian saya bukan di situ. Keahlian saya adalah keahlian elektoral, itulah kenapa saya jadi ketua pemenangan pemilu," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?