Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi Kasus Jiwasraya Hari Ini

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin saat memberikan keterangan pers terkait penanganan dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) di gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin saat memberikan keterangan pers terkait penanganan dan perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) di gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa enam saksi terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya Kamis, 9 Januari 2020. Keenam orang itu berasal dari unsur internal direksi Jiwasraya, termasuk mantan Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018, Hendrisman Rahim.

    Selain Hendri, yang dipanggil kejaksaan agung hari ini yakni, De Yong Adrian sebagai mantan Direktur Pemasaran Jiwasraya, Bambang Harsono sebagai Bancassurance Sales Manager Jiwasraya, Udhi Prasetyanto sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Jiwasraya periode 2015-2018, Novi Rahmi sebagai Kepala Divisi Sumber Daya Manusia Jiwasraya periode 2018-2019, dan Muhammad Zamkhani sebagai Direktur SDM & Kepatuhan Jiwasraya periode 2016-2018.

    "Enam orang saksi memenuhi panggilan tim penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono melalui keterangan tertulis pada Kamis, 9 Januari 2020.

    Kejaksaan Agung menemukan adanya dugaan korupsi di PT Jiwasraya. Jaksa Agung telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor Trim 33/F2/Fd2/12 tahun 2019 tertanggal 17 Desember 2019. Imigrasi juga sudah mengeluarkan surat cegah ke luar negeri bagi 10 orang terkait kasus korupsi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?