Banyak Nelayan dari Berbagai Daerah Minta Dikirim ke Natuna

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Mahfud mengatakan ada penambahan kekayaan yang terjadi, sejak terakhir kali ia melaporkan LHKPN pada 2013 lalu. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan setelah menyerahkan LHKPN di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Mahfud mengatakan ada penambahan kekayaan yang terjadi, sejak terakhir kali ia melaporkan LHKPN pada 2013 lalu. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan rencana pemerintah untuk mengirim nelayan ke perairan Natuna Utara, mendapat sambutan positif. Ia menyebut banyak nelayan dari beragam daerah minta dikirim ke wilayah kaya hasil laut tersebut.

    "Mereka dengar (rencana pemerintah), pada kirim pesan ke sini. Kami akan bergabung untuk meramaikan Natuna. Banyak dari Makassar, Irian, Maluku," kata Mahfud saat ditemui di kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Mahfud mengatakan saat ini masih mencoba mengkoordinasikan nelayan yang akan berangkat ke sana. Awalnya, Kemenko Polhukam berencana mengirim 120 nelayan asal pantai utara Jawa (Pantura) untuk mencari ikan di sana.

    Rencana ini dilakukan pemerintah pasca masuknya kapal penjaga pantai dan nelayan Cina ke perairan Natuna. Mahfud mengatakan masuknya nelayan Indonesia akan menegaskan hak berdaulat Indonesia di sana. Aktivitas nelayan ini juga melengkapi penambahan armada laut untuk menjaga wilayah tersebut.

    Saat ini, Mahfud mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan keberangkatan nelayan asal Pantura. "Kami sekarang lagi mempersiapkan misalnya bagaimana penyediaan minyak, bagaimana penampungan ikan di sana, karena kalau ambil ikan di sana terus pulang dulu kan nanti lama," kata Mahfud.

    Pemerintah juga mempersiapkan pengusaha-pengusaha yang akan menampung ikan yang didapatkan para nelayan."Banyak yang sudah daftar, insya Allah kalau sudah jalan itu ndak ada masalah," kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.