Modifikasi Cuaca, BPPT Klaim Kurangi Hujan Hingga 40 persen

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto

    Ilustrasi hujan di Jakarta. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hamman Riza mengatakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi curah hujan di wilayah barat daya dan barat laut Jakarta Bogor Depok, Tangerang Bekasi, timur Lampung, dan sebagian wilayah Teluk Jakarta telah berhasil mengurangi intensitas hujan. Dari TMC ini, Hamman mengklaim intensitas hujan berhasil dikurangi 30-40 persen.

    "Walaupun tetap hujan di Jakarta dan sekitarnya, tapi intensitasnya banyak berkurang dengan kita laksanakan modifikasi cuaca tersebut," kata setelah rapat di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.

    BPPT menyemaikan sebanyak 25,6 ton garam dalam operasi TMC itu. Hamman mengatakan TMC akan terus dilakukan di sejumlah daerah. Merujuk perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, intensitas hujan tinggi masih akan terjadi di wilayah lain di Indonesia. Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari 2020.

    BPPT, kata Hamman, akan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Dia mengklaim sumber daya untuk melakukan TMC lanjutan masih cukup. "Insya Allah kami cukupkan. Bekerja sama BNPB, TNI, Polri dan lain-lain serta pemda yang memang sangat kita butuhkan kolaborasinya," ucap dia.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.