Jokowi Dikabarkan akan Lantik Daniel Yusmic Jadi Hakim MK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman membacakan amar putusan permohonan terkait batas usia calon kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah politikus muda itu berusaha mengubah batasan usia kepala daerah agar lebih muda. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman membacakan amar putusan permohonan terkait batas usia calon kepala daerah di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019. Gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah politikus muda itu berusaha mengubah batasan usia kepala daerah agar lebih muda. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melantik Hakim Mahkamah Konstitusi atau hakim MK pengganti I Dewa Gede Palguna sore nanti. Jokowi dikabarkan memilih dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh.

    "Iya nanti jam tiga sore pelantikan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Dini Shanti Purwono lewat pesan singkat, Selasa, 7 Januari 2020.

    Dini menyatakan belum mengetahui pertimbangan Presiden Jokowi memilih Daniel ketimbang dua tokoh lain yang telah diserahkan oleh panitia seleksi, yakni mantan Komisioner Komisi Yudisial periode 2013-2015, Suparman Marzuki dan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Ida Budhiati.

    Meski Daniel disebut-sebut akan dilantik sore nanti, Dini menjelaskan semua bisa saja berubah di detik-detik terakhir. Ia mengaku hingga malam tadi belum ketahuan siapa yang dipilih Jokowi.

    "Semalam saya cek belum ketahuan siapa yang akan dipilih di antara tiga calon itu. Karena sampai sebelum pelantikan seperti biasa nama bisa saja berubah last minute," kata Dini.

    Dua hakim MK, I Dewa Gede Palguna dan Suhartoyo selesai masa jabatannya untuk periode 2015-2020. Palguna tidak bisa menjabat lagi karena sudah menjadi hakim MK dalam dua periode. Adapun Suhartoyo kembali diusulkan oleh Mahkamah Agung untuk kembali menjadi Hakim MK lima tahun ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.