Mahfud Md Minta Publik Tak Terpancing Isu Pemerintah Islamofobia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md meminta agar masyarakat tidak terpancing terhadap istilah islamofobia yang muncul. 

    "Nah itu di Indonesia tidak ada, di Indonesia kehidupan Islam itu subur, di pemerintahan maupun di masyarakat, oleh karena itu jangan terpancing kepada istilah islamofobia," kata Mahfud seusai bertemu dengan Lembaga Persahabatan Ormas Islam di Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Saat pertemuan, ormas Islam menyampaikan belakangan agak gerah terhadap isu-isu khilafah yang ditawarkan kelompok tertentu. Para ormas khawatir agenda itu merusak bangsa.

    Sekjen Lembaga Persahabatan Ormas Islam, Lutfi A Tamimi menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah membenci Muslim, dulu memang ada yang membenci Muslim, yakni PKI, namun partai komunis itu bukan pemerintah.

    "Jadi sekali lagi pemerintah Indonesia tidak pernah benci kepada kaum Muslimin, yang radikal memang ditangkap, kami dukung Densus, tangkap, mau dijadikan Timur Tengah, no way," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.