Nasdem Dukung DPR Bentuk Pansus Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI Ahmad M Ali mengatakan fraksinya setuju pembentukan Pantia Khusus (Pansus) terkait persoalan keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tujuannya agar akar persoalan kasus tersebut dapat diungkap secara terbuka.

    "Fraksi NasDem menilai dalam kasus Jiwasraya, selain proses hukum yang dijalankan, namun harus ada proses politik sehingga kami meminta dibentuk Pansus agar persoalan tersebut terbuka," kata M Ali di Jakarta, Selasa, 31 Desember 2019.

    Dia meyakini, dalam pembahasan persoalan Jiwasraya di Pansus, akan terbuka dan terlihat akar persoalannya sehingga bisa diproses lebih lanjut dalam sisi hukum.

    Menurut dia, siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut harus diproses hukum sehingga tidak boleh ada pengecualian. "Siapapun yang terlibat harus diproses hukum. Saya tidak yakin karena kelalaian, karena dalam lima tahun ini banyak mendapatkan penghargaan," ujar M Ali..

    Menurut dia, Pansus Jiwasraya yang akan dibentuk DPR RI tidak akan mengganggu proses hukum yang sudah berjalan namun justru bisa beriringan dan saling melengkapi.

    Dia menilai semua sektor harus dilibatkan untuk mengungkap kasus tersebut misalnya kalau perlu KPK dilibatkan. "Pansus ini bisa mengungkap akar persoalan di Jiwasraya namun jangan buru-buru karena harus mengumpulkan berbagai data," katanya.

    Ali menilai persoalan Jiwasraya bukan hal yang kecil karena potensi kerugian negara sangat besar dan ada hal kontraproduktif yang terjadi dalam perusahaan BUMN tersebut.

    Ali mencontohkan, dalam 5-7 tahun ini, Jiwasraya sangat mendapatkan penghargaan, namun ternyata penghargaan itu diduga untuk kamuflase kebobrokan yang terjadi di internal.

    "Ini ada dugaan upaya terstruktur untuk penipuan, menggerakkan lembaga-lembaga negara untuk menutupi kebobrokan Jiwasraya," kata Ali.

    Menurut dia, penghargaan yang diperoleh Jiwasraya tersebut diduga merupakan upaya terstruktur dan masif menutupi persoalan di perusahaan tersebut namun pada akhirnya meledak.

    Dia mengatakan PT Asuransi Jiwasraya, BUMN bidang asuransi itu mendapatkan 74 penghargaan sejak 2016 hingga 2019. Rinciannya adalah 19 penghargaan di 2016, 33 penghargaan di 2017, 21 penghargaan di 2018 dan 1 penghargaan di 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?