Gus Mus Anggap Mahfud MD Kena Cobaan Tuhan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Menko Polhukam Mahfud MD memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019. Menko Polhukam menjamin keamanan dan situasi yang kondusif jelang Natal dan Tahun Baru 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menjadi sasaran guyonan Ahmad Mustofa Bisri alias Gus Mus, saat memberikan ceramah dalam acara peringatan Haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 28 Desember 2019.

    Menurut Gus Mus, bekas hakim Mahkamah Konstitusi itu sedang mendapat cobaan Tuhan dengan jabatan yang kini diberikan kepada dirinya. "Jadi Menkopolhukam, sebetulnya beliau ini sedang kena cobaan Gusti Allah. Wong, dia kiai kok," ujar Gus Mus.

    "Hati-hati lho. Jabatan itu bisa merusak orang kalau enggak kuat-kuat," lanjut dia.

    Tak cukup sampai di sana, Gus Mus juga mengolok Mahfud sebagai kiai yang sudah ketutupan dengan pangkat. "Tapi biasa memang gitu, kalau orang berpangkat, kiainya hilang. Memang, saya sendiri sudah ndak melihat lagi kalau Pak Mahfud ini kiai," ujar sahabat Gus Dur ini.

    Mendengar perkataan Gus Mus, Mahfud MD terkekeh hingga bahunya bergerak naik-turun. Menteri Agama masa Kabinet Kerja, Lukman Hakim yang turut hadir dalam acara itu pun ikut mesem-mesem.

    Melihat ekspresi Lukman, bekas Rais Syuriah PBNU itu pun tak luput menggodanya. "Ini Menteri Agama ini juga, sebulan kemarin syukuran, karena sudah leren (berhenti)."

    Gus Mus mengaku sedih setiap kali ada kiai yang masuk ke lingkaran kekuasaan. Begitu pun, kata dia, ketika Gus Dur menjadi Presiden RI ke-empat. "Waktu Gus Dur jadi presiden, semua mengucapkan selamat. Saya sendiri yang menyatakan belasungkawa. Wong, kiai apik-apik kok jadi presiden," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?