TNI Sebut Satu Jembatan di Nduga Diputus Kelompok Bersenjata

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TNI personnel in Wamena is getting ready to go to Nduga where the attack against Istaka Karya workers took place. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TNI personnel in Wamena is getting ready to go to Nduga where the attack against Istaka Karya workers took place. ANTARA/Iwan Adisaputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Korem 172 PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar mengatakan, jembatan yang menghubungkan Batas Batu-Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, saat ini sudah tidak bisa dilewati akibat dirusak dan diputus kelompok kriminal bersenjata (KKB).

    "Memang benar jembatan yang menghubungkan Batas Batu-Kenyam di rusak KKB, sekitar tanggal 20 Desember sehingga masyarakat kesulitan mendroping logistik ke ibu kota Nduga," kata Sianipar kepada Antara, Jumat 27 Desember 2019.

    Selain merusak jembatan hingga tidak bisa dilewati, ia mengatakan, KKB juga menembak anggota yang sedang berpatroli. "Sehingga terjadi kontak tembak," kata Sianipar.

    Selama ini, kata dia, logistik diangkut dengan menggunakan kapal-kapal kecil dari Timika dan jarang yang dikirim dengan menggunakan pesawat.

    Namun dengan terputusnya jembatan penghubung itu menyebabkan logistik masih tertahan di Batas Batu, kata Sianipar. Ia mengaktakan, konvoi kendaraan warga juga tidak bisa melintasi sungai karena saat ini airnya cukup deras.

    "TNI akan segera memperbaiki dan membuat jembatan sementara sehingga warga kembali dapat melintas di atas sungai tersebut," kata Sianipar.

    Korem 172 PWY yang membawahi empat Kodim di 11 kabupaten itu mengaku secara keseluruhan situasi di Kabupaten Nduga relatif kondusif.

    “Secara keseluruhan situasi keamanan di Kabupaten Nduga relatif kondusif,” ujar Sianipar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.